Frensia.id- Marteen Paes dikabarkan telah dinaturalisasi. Hal demikian terlihat dalam postingan Erick Thohir dalam media Xnya. Resmi menjadi WNI, ia digadang-gadang akan menjadi kiper terbaik Timnas Indonesia.
“Setelah tiba di Jakarta dari Doha, saya kembali fokus memperkuat tim nasional. Hari ini Maarten Paes sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia“, tulis @erickthohir dalam postingannya.
Siapa sebenarnya Maarten Paes? Tentu sangat istimewa dan semua warganet Indonesia pasti penasaran. Apalagi, sosok saat ini juga dibahas oleh media-media asing.
Untuk mengetahaui data lengkapnya, Frensia.id menggambarkan sejumlah fakta profilnya, sebagaimana berikut:
Lahir di Belanda Berdarah Indonesia
Maarten Paes, seorang pemain sepak bola muda yang lahir 14 Mei 1998 dan dibesarkan di Nijmegen, Belanda.
Meskipun lahir di Belanda, hubungannya dengan Indonesia sangat erat karena darah Merah Putih mengalir dalam dirinya melalui neneknya yang lahir di Kota Pare, Kediri, Jawa Timur pada 20 Maret 1940.
Dengan akar keluarga yang dalam di Jawa Timur, Maarten Paes telah membawa kebanggaan bagi keluarganya baik yang ada di Indonesia maupun di Belanda.
Kemarin 30/04/2024, ia telah resmi dinaturalisasi. Dengan demikian untuk ke depannya, giliran Indonesia yang akan ia banggakan.
Kiper Muda Hebat
Perjalanan karier Maarten Paes sebagai seorang kiper dimulai dari langkah-langkah kecilnya di akademi VV Union, sebuah masa di mana ia mulai menemukan panggilan dan bakatnya di posisi tersebut.
Pada tahun 2012, langkahnya karier mulai mananjak saat bergabung di NEC Nijmegen. Di sana, ia menunjukan mana kemampuannya dan beberapa penampilannya sangat mengesankan.
Terbukti, berkat kerja keras dan dedikasinya, Paes berhasil meraih tempat di dalam tim U-17 dan U-19 Nijmegen. Ia benar-benar adalah seorang yang berbakat dan berpotensi besar.
Kemudian, pada usia yang masih sangat muda, 18 tahun, pintu menuju tim senior terbuka lebar baginya pada tahun 2018.
Tidak gentar menghadapi tantangan, Paes menerima tawaran dari FC Utrecht dengan penuh semangat, sebuah langkah yang membuka babak baru dalam kariernya.
Kontraknya diteken selama empat tahun menandai awal dari sebuah perjalanan yang penuh prestasi.
Penampilannya, terus cemerlang di Liga Belanda pada tanggal 19 Agustus 2018, melawan PEC Zwolle, merupakan momen bersejarah bagi Paes.
Dalam pertandingan itu, dia tidak hanya menunjukkan kualitasnya sebagai seorang kiper, tetapi juga keberaniannya untuk bersaing di level tertinggi.
Selama Utrecht, Paes terus menorehkan prestasi dengan mencatatkan 48 penampilan di berbagai kompetisi. Setiap menit yang dihabiskannya di lapangan adalah bukti komitmen dan ketangguhan yang dimilikinya.
Meskipun terkadang harus menghadapi tekanan dan tantangan, Paes selalu tampil dengan semangat dan keberanian. Dari 63 gol yang masuk ke gawangnya, ia belajar dan terus berkembang sebagai seorang pemain.
Bahkan tercatat, ia juga menyajikan momen-momen gemilang dengan mencatatkan 12 kali clean sheet. Tidak heran jika, ia juga tercata sebagai pemain timnas Belanda U19.
Hal demikian tentu membuktikan bahwa dia adalah kiper yang patut diandalkan dan berkualitas.
Pernah Buat Messi Frustasi
Performa yang konsisten telah membawa karier Maarten Paes ke puncaknya, dan hal itu terbukti saat FC Dallas, Club asal Amerika Serikat meminjamnya pada Januari 2022. Keahlian dan dedikasi Paes segera membuat dampak yang signifikan di tim tersebut, sehingga klub memutuskan untuk mempermanenkan statusnya pada musim panas tahun yang sama.
Musim ini, Paes telah menjadi bagian penting dari skuat FC Dallas, tampil dalam sembilan pertandingan yang menegangkan. Meskipun terkadang harus menghadapi momen yang sulit, Paes telah menunjukkan kualitasnya sebagai seorang kiper yang tangguh.
Bahkan suata ketika, ia pernah mencengangkan dunia bola di Amarika Serikat, setelah berkali-kali membuat Lionel Messi frustasi untuk menembus jala gawang.
Hal tersebut terjadi pada timnya menang dalam laga uji coba melawan Inter Miami, club Messi saat ini.
Dalam laga yang menegangkan ini, gol kemenangan bagi FC Dallas berhasil dicetak oleh Jesus Ferreira hanya pada menit ketiga pertandingan.
Namun, pujian yang mengalir setelah pertandingan tidak hanya untuk sang pencetak gol, tetapi juga untuk penampilan gemilang Maarten Paes di bawah mistar gawang.
Paes berhasil memblok dua tendangan Messi dengan keahlian dan keberanian yang luar biasa. Tendangan kaki kiri Messi yang mematikan dapat ia blok. Baik yang berada di depan Gawang, maupun tendangan pojok melengkung Messi ia tepis dengan tangkas.