Mantap, Cairan THR Untuk PNS Akan Lebih Tinggi, Beda Dengan Tahun Kemarin

Thursday, 14 March 2024 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sumber Pixels @Jcomp

Ilustrasi Sumber Pixels @Jcomp

Frensia.id-  THR PNS Diprediksi akan semakin lebih tinggi. Mereka akan mendapatkan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Hal demikian berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ada informasi pemerintah akan mencairkan THR 100%. Yang demikian menandakan THT PNS akan lebih tinggi.

Tahun ini dianggap yang terbesar. Beberapa bahkan dijelaskan ada yang menerima hingga Rp 123 Juta

Informasi demikian ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, seluruh pencarian tersebut merupakan perintah dari Presiden Jokowi.

Mengutip CNBC Indonesia (12/3), ia memaparkan bahwa selama empat tahun terakhir, atau sejak 2020, THR yang diberikan kepada jajaran aparatur itu tidak penuh 100%.

Salah satu penyebabnya, tentu adalah anggaran negara sedang menghadapi tekanan krisis Pandemi Covid-19. Bahkan sebelumnya juga digunakan untuk pemulihan ekonomi.

Selain itu, di tahun 2020 THR hanya diberikan kepada aparatur negara tertentu (pejabat di bawah eselon II) serta pensiunan. Ditambah lagi, komponen THR dan gaji ke-13 juga diberikan tanpa tunjangan kinerja.

Begitupun setelahnya, pada tahun 2021 juga sama. THR diberikan hanya pada segelintir orang dan juga tanpa tunjangan.

Kemudian, besaran THR 2022 dan 2023 diberikan dengan perhitungan gaji pokok, tunjangan melekat (jabatan dan keluarga) dan tunjangan kinerja (tukin) sebesar 50%.

Baca Juga :  Ingat Pesan Prabowo, Anggota DPRD Jatim Ini Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa di Jember

Tahun ini THR-nya ya bapak Presiden menetapkan 100%,” tutur Sri Mulyani dalam sebuah acara di Hotel Fairmont, Jakarta.

Akan tetapi, Sri Mulyani tidak menjelaskan secara rinci alasan pencairan yang sebenarnya begitu menggembirakan bagi PNS tersebut.

Frensia.id mengumpulkan beberapa informasi dari data THR sebelumnya. Sejak tahun 2020, terjadi perubahan dalam pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) di mana jumlahnya tidak lagi penuh. Jadi hanya setengah dari jumlah yang sebelumnya.

THR ternyata dihitung berdasarkan komponen-komponennya. Beberapa diantaranya, gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangannya seperti tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum lainnya, dan tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkannya.

Dampak dari pencairan tersebut, jumlah yang diterima PNS bervariasi. Setiap aparat pemerintah dan pensiunannya, termasuk tenaga pendidik, akan menerima THR dengan jumlah yang beragam, tergantung komponen-komponen tersebut.

Sebenarnya acuan perhitungannya THR tahun, sama. Hanya saja ada kenaikan sebesar 8%. Aturan perhitungan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Kesembilan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga :  Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa rentang gaji pokok PNS mulai dari golongan 1a dengan besaran Rp1.685.700-Rp2.522.600 per bulan hingga golongan IVe dengan besaran Rp3.880.400-Rp6.373.200 per bulan.

Namun demikian, perhitungan tunjangan kinerja berbeda antara satu kementerian atau instansi dengan yang lainnya. Sebagai contoh, untuk PNS Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, besaran tunjangan kinerjanya berkisar antara Rp5,3 juta hingga Rp117 juta berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Gaji dan tunjangan kinerja PNS di bidang pajak ini tergolong tinggi dibanding dengan jajaran pegawai di direktorat jenderal lainnya. Sebagai contoh lebih lanjut, seorang Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, yang merupakan pejabat eselon 1 dengan pangkat tertinggi di DJP, dapat menerima THR dengan besaran antara Rp 121.225.400 hingga Rp 123.748.000.

Besaran ini belum termasuk tunjangan-tunjangan lainnya seperti tunjangan suami/istri sebesar 5% dari gaji pokok, serta tunjangan anak yang berlaku untuk tiga orang, dan tunjangan lainnya yang mungkin diterima oleh PNS tersebut. Dengan demikian, total besaran THR yang diterima oleh Dirjen Pajak bisa melebihi angka tersebut.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tanggapan Kadinsos Soal Warga Miskin di Pusat Kota Jember Tak Dapat Bansos
Pemkab Jember Jalin Kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan untuk Dukung Perhutanan Sosial
Gus Fawait Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember Selesai Akhir Juli
Ingat Pesan Prabowo, Anggota DPRD Jatim Ini Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa di Jember
Eks Wakil Ketua DPRD Jember Dituntut 6,5 Tahun Bui Kasus Korupsi Mamin
Gandeng ITB dan PT DI, Imigrasi Inisiasi ‘Pagar Digital’ Pakai Drone untuk Jaga Perbatasan
Gus Fawait Pastikan Layanan Kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Indonesia Gratis untuk Warga Jember
Gus Fawait Ingatkan Pelajar Jember untuk Tidak Menikah Dulu Sebelum Lulus Kuliah
Tag :

Baca Lainnya

Saturday, 11 July 2026 - 14:50 WIB

Tanggapan Kadinsos Soal Warga Miskin di Pusat Kota Jember Tak Dapat Bansos

Thursday, 9 July 2026 - 22:33 WIB

Pemkab Jember Jalin Kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan untuk Dukung Perhutanan Sosial

Thursday, 9 July 2026 - 21:05 WIB

Gus Fawait Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember Selesai Akhir Juli

Monday, 6 July 2026 - 18:16 WIB

Ingat Pesan Prabowo, Anggota DPRD Jatim Ini Santuni Puluhan Yatim dan Dhuafa di Jember

Friday, 3 July 2026 - 17:57 WIB

Eks Wakil Ketua DPRD Jember Dituntut 6,5 Tahun Bui Kasus Korupsi Mamin

TERBARU

Gambar Yamal Adu Skill dengan Doku (Sumber: Istimewa)

Sportia

Setelah Portugal, Giliran Belgia Yang Dipulangkan Yamal Dkk

Saturday, 11 Jul 2026 - 05:12 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading