Mari Tawarkan Tantangan Kritis Pada Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso

Kamis, 21 November 2024 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Mari Tawarkan Tantangan Kritis Pada Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso (Sumber: grafis/Frensia)

Gambar Mari Tawarkan Tantangan Kritis Pada Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso (Sumber: grafis/Frensia)

Penulis: Ahmad Raziqi*

Frensia.id- Perubahan sangat mungkin terjadi saat kita memegang kekuasaan. Namun, kekuasaan juga tidak akan mengubah keadaan jika pemegang kekuasaan tidak menggunakan kuasanya untuk melakukan perubahan. Semuanya tampak sederhana dalam menentukan pilihan pemimpin yang siap untuk melakukan pembenahan, pengembangan dan perubahan.

Namun jika pertanyaannya hanya sebatas siapa yang siap. Barangkali penulis juga siap menjadi bupati kabupaten Bondowoso, tetapi jika pertanyaan itu berubah menjadi siapa yang layak menjadi bupati dan wakil bupati Bondowoso? Maka, hanya manusia yang diakui secara politis lewat pemilihan umum, yang layak menjadi bupati dan siap mengemban perubahan bagi kota dengan julukan kota tape ini.

Salah satu keunikan politik adalah ketika pra-pemilihan umum terselenggara. Dimana semua politisi merasa paling bisa mengemban amanah sebagai pemimpin. Maka dalam menggelorakan hasrat untuk memimpin para politisi menggunakan figurisasi lewat baner, media sosial bahkan menyambangi komunal desa pelosok bahkan kalau bisa terpelosok.

Tujuannya, tentu tiada lain hanya untuk mengukur elektabilitasnya. Sehingga hasrat ingin memimpin tidak menjadi “gayung tak bersambut” yang kalau diartikan anak-anak muda sekarang “zonk banget”. Artinya bisa jadi hasrat politisi tersebut tidak mendapat respons positif dari mansyarakat. Maka dengan itu sangat penting dalam mengukur standar kepantasan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat bupati dan calon bupati Bondowoso.

Masyarakat Bondowoso harus bersyukur, karena komisi pemilihan umum KPU Kabupaten Bondowoso pada tanggal 22 September 2024 telah menetapkan calon bupati dan wakil bupati berdasarkan ketentuan dalam pasal 120 peraturan KPU nomor 8 tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota. Maka terpilihlah dua Paslon yang akan siap bersaing secara politik pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Pasangan nomor urut satu yakni H. Abdul Hamid Wahid – H. As’ad Yahya Syafi’i yang kemudian diakronimkan menjadi pasangan RAHMAD (Ra Hamid- Ra As’ad) dan Paslon nomor urut dua yakni Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir yang kemudian diakronimkan menjadi pasangan BAGUS (Bambang – Gus Baqir).

Kedua pasangan tentu merupakan orang-orang yang terpilih dan terbaik untuk memajukan kota Bondowoso. Tapi lagi-lagi diantara keduanya, pasti ada yang lebih layak memimpin Bondowoso lima tahun ke depan. Siapakah pasangan tersebut, mari gunakan dengan bijaksana suara demokratis masyarakat Bondowoso dengan cara mencoblos di TPS masing-masing pada tanggal 27 November 2024.

Tentu, dengan menjunjung keamanan dan kondusifitas, sekalipun pilihan kita berbeda-beda tetapi tetap semuanya untuk mewujudkan Bondowoso lebih maju di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Masyarakat sebelum menentukan pilihan, hendaknya mampu memiliki kesadaran kritis atas gagasan kedua pasangan calon bupati dan wakilnya. Agar mereka juga memiliki kesadaran tertantang secara kritis terhadap gagasan yang telah mereka rancang untuk membenahi Bondowoso lima tahun ke depan.

Jadi tidak hanya mampu bicara namun tak mampu bekerja. Setidaknya, mari tawarkan tantangan kritis para Paslon Bupati dan Wakilnya dalam 4 sektor berikut ini;

Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang menentukan tingkat kesejahteraan dan kemajuan daerah atupun kota. Karena berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1), “Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajar, agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya, agar memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan, baik bagi dirinya, masyarakat maupun bangsa serta negara.”

Melalui regulasi tersebut dengan tingkat pendidikan yang semakin tinggi di sebuah daerah, tentu akan menciptakan kepribadian yang semakin mandiri dan mampu berkontribusi aktif untuk kemajuan daerah. Utamanya kota Bondowoso. Mengingat indeks pendidikan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Timur 2022-2023, kota Bondowoso dalam kurun waktu dua tahun terakhir sepanjang 2022 sampai 2023 mengalami stagnasi yakni berada di angka 0,58 persen.

Hal tersebut tentu perlu dipikirkan oleh masing-masing pasangan calon bupati dan wakilnya sebagai tantangan guna membuat secepatnya kebijakan setelah nanti terpilih. Mereka harus merancang program-program yang mencerahkan masyarakat bondowoso untuk meningkatkan taraf pendidikannya, membuka akses beasiswa seinklusif mungkin dan merancang program pendidikan yang pro terhadap masyarakat miskin.

Ekonomi

Problematika ekonomi juga tidak kalah pentingnya dari pada pendidikan. Jika pendidikan membentuk sumber daya manusia yang unggul, maka sektor ekonomi berperan penting menciptakan pendidikan yang unggul. Karena problematika ekonomi akan memicu efek terhadap problematika yang lain seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, pendidikan rendah, pernikahan dini, stunting, kesehatan buruk dan kriminalitas tinggi yang semua itu adalah hal yang wajib dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Bondowoso.

Apalagi pertumbuhan ekonomi Bondowoso mengalami tren positif sepanjang dua tahun terakhir. Menurut laporan data BPS, perekonomian Bondowoso berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di tahun 2023 mencapai Rp 24,77 triliun hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi Bondowoso mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 4,62 persen setelah pertumbuhan sebelumnya 3,51 persen di tahun 2022.

Percepatan ekonomi ini tentu perlu menjadi tantangan serius bagi pasangan calon bupati dan wakilnya setelah terpilih nanti untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bondowoso di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Siapa Paling Tanggap Bantu Korban Banjir Wonoboyo Bondowoso?

Teknologi dan digitalisasi

Tantangan ketiga datang dari teknologi dan digitalisasi. Kemajuan teknologi dan digitalisasi memang tidak bisa dicegah, satu cara yang hanya dapat kita lakukan adalah memanfaatkannya sebaik mungkin. Teknologi dan digitalisasi menuntut akses internet masuk kesegala sektor.

Hasil laporan Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2023 hingga 2024 mengalami peningkatan dari yang semula 215 juta pengguna menjadi 221 juta pengguna di tahun 2024, harapannya semoga nanti Bondowoso menjadi salah satu daerah percontohan yang mana masyarakatnya mampu dengan baik menggunakan teknologi dan digitalisasi.

Sudah termaktub jelas bahwa dalam Asta Cita presiden dan wakil presiden salah satu program perioritas adalah penguatan Pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi. Jadi siapapun bupati dan wakilnya yang terpilih nanti, terkhusus dalam sektor teknologi dan digitalisasi jangan sampai tidak ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya.

Harus ada progres peningkatan akses teknologi dan digitalisasi yang merata terlebih dalam sektor pendidikan, perekonomian, pertanian, tata kelola desa dan semua sektor yang mengarah pada kemajuan kabupaten Bondowoso. Mestinya, para calon pemimpin jangan sampai lupa falsafah Jawa, Adigang, Adigung, Adiguna jangan sampai kalian sombong lalu mengabaikan tantangan kritis masyarkat dalam persoalan teknologi dan digitalisasi ini setelah terpilih.

Infrastruktur

Kita coba ambil sebagian sampel infrastruktur jalan antar kecamatan yang pernah penulis lewati setidaknya ada tiga sampel. Pertama, jalan raya Pujer menuju Kecamatan Tlogosari. Kedua jalan kawah ijen menuju kantor Kecamatan Sumberwringin dan ketiga, jalan Cermeh menuju Kecamatan Cermeh itu hanya sebagian sampel jalan yang raya yang menurut frame penulis sudah sangat parah kerusakannya. Bagaimana dengan penerangan, jalan-jalan antar desa dan infrastruktur lain?

Ya, kita masyarakat Bondowoso harus memberikan tantangan kritis atas itu semua, akankah pemimpin yang terpilih nanti mampu menjawab tantangan kritis dari sektor pendidikan, ekonomi, teknologi dan digitalisasi serta Infrastruktur?

Kita tunggu saja setelah diantara mereka  terpilih. Kalau tidak bisa menyelesaikan tantangan kritis tersebut, maka sangat pantas kita sebagai rakyat memberikan peringatan keras atas gagasan dan janji yang membusuk selama masih dalam proses kampanye. Karena dalam demokrasi kita masyarakatlah sejatinya pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan pemerintah itu sebenarnya merupakan pelayan kita sebagai masyarakat.

*Penulis adalah Sekretaris Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC-GP) Ansor  Kecamatan Sumberwringin. Alumni Pasca Sarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan
Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Karpet Merah untuk TNI, Kuburan bagi Reformasi
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Negara atau Rentenir? STNK Mati, Motor Ikut Pergi
Evaluasi Flyer Pemerintah di Website Media: Menimbang Maslahat dan Mafsadat dalam Komunikasi Publik
Menjaga Alam, Merawat Kehidupan
Koalisi Permanen, Jalan Terjal Demokrasi

Baca Lainnya

Rabu, 2 April 2025 - 13:20 WIB

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Jumat, 21 Maret 2025 - 23:34 WIB

Karpet Merah untuk TNI, Kuburan bagi Reformasi

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Rabu, 19 Maret 2025 - 05:57 WIB

Negara atau Rentenir? STNK Mati, Motor Ikut Pergi

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB