Frensia.id 23/01/2024. Terlalu percaya buta pada mitos penggunakan Artifical intellegence (AI) yang akan banyak merugikan manusia dan membuat penggunanya makin bodoh, membuat banyak pengusaha dan pekerja lainnya tidak mau mencoba memanfaatkan AI untuk mempermudah pekerjaannya. Beberapa mitos-mitos tentang AI yang sering berlalu-lalang diantaranya sebagai berikut.
AI mampu membuat manusia kehilangan pekerjaannya
Mesin memang memiliki sistem automa untuk mengelola data yang lebih cepat dan rapi daripada kemampuan manusa, namun masin pada mulanya tergantung pada pemograman manusia itu sendiri.
Dalam hal ini jelas AI tidak akan pernah lepas kendali dari tangan manusia, justru peran manusia lah yang sanagat dibutuhkan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dari kecerdasan buatan ini.
Penggunaan AI mahal bagi golongan bisnis kecil
Beberapa mitos yang ada adalah AI hanya dapat digunakann oleh korporasi-korporasi besar dunia, sehingga para pengusaha kecil tidak mampu mengkasesnya. Namun pada faktanya AI juga menyediakan layanannya yang terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
ChatGPT adalah salah satu contoh platform AI yang dapat diakses gratis alias menyediakan layanan tak berbayar.
AI mampu memberikan hasil pekerjaan yang akurat
Akibat terlalu dianggap cerdas hingga mampu melampaui kecerdasaan manusia, AI seringkali dianggap mampu mengerjakan tugas tertentu dengan akurasi yang maksimal. Namun, pada faktanya, seperti teknologi lainnya, AI juga memiliki keterbatasan dan tidak luput dari kesalahan.
Kualitas dan performa AI lagi-lagi tergantung pada manusia yang memprogramnya. Sangat penting untuk memahami bahwa AI juga memiliki keterbatasan dan bergantung pada kualitas pemogramannya. Dengan proses pendekatan dan pemahaman yang tepat maka fungsi AI dapat memberikan kualitas pengerjaan yang baik. (*)