Melawan Mitos-Mitos AI

Rabu, 24 Januari 2024 - 01:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id 23/01/2024. Terlalu percaya buta pada mitos penggunakan Artifical intellegence (AI) yang akan banyak merugikan manusia dan membuat penggunanya makin bodoh, membuat banyak pengusaha dan pekerja lainnya tidak mau mencoba memanfaatkan AI untuk mempermudah pekerjaannya. Beberapa mitos-mitos tentang AI yang sering berlalu-lalang diantaranya sebagai berikut.

AI mampu membuat manusia kehilangan pekerjaannya

Mesin memang memiliki sistem automa untuk mengelola data yang lebih cepat dan rapi daripada kemampuan manusa, namun masin pada mulanya tergantung pada pemograman manusia itu sendiri.

Dalam hal ini jelas AI tidak akan pernah lepas kendali dari tangan manusia, justru peran manusia lah yang sanagat dibutuhkan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dari kecerdasan buatan ini.

Baca Juga :  KA Pandalungan Hadirkan Layanan Priority Agar Perjalanan Lebih Eksklusif dan Nyaman

Penggunaan AI mahal bagi golongan bisnis kecil

Beberapa mitos yang ada adalah AI hanya dapat digunakann oleh korporasi-korporasi besar dunia, sehingga para pengusaha kecil tidak mampu mengkasesnya. Namun pada faktanya AI juga menyediakan layanannya yang terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

ChatGPT adalah salah satu contoh platform AI yang dapat diakses gratis alias menyediakan layanan tak berbayar.

AI mampu memberikan hasil pekerjaan yang akurat

Baca Juga :  KA Pandalungan Hadirkan Layanan Priority Agar Perjalanan Lebih Eksklusif dan Nyaman

Akibat terlalu dianggap cerdas hingga mampu melampaui kecerdasaan manusia, AI seringkali dianggap mampu mengerjakan tugas tertentu dengan akurasi yang maksimal. Namun, pada faktanya, seperti teknologi lainnya, AI juga memiliki keterbatasan dan tidak luput dari kesalahan.

Kualitas dan performa AI lagi-lagi tergantung pada manusia yang memprogramnya. Sangat penting untuk memahami bahwa AI juga memiliki keterbatasan dan bergantung pada kualitas pemogramannya. Dengan proses pendekatan dan pemahaman yang tepat maka fungsi AI dapat memberikan kualitas pengerjaan yang baik. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KA Pandalungan Hadirkan Layanan Priority Agar Perjalanan Lebih Eksklusif dan Nyaman
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Bodi Kereta Api Jenis SSNG Terlalu Mepet Tembok Terowongan, Begini Penjelasan KAI
KAI Daop 9 Himbau Masyarakat agar Menggunakan Tiket Resmi Untuk Naik Kereta Api
Blockchain Association Minta Trump Prioritaskan Kebijakan Crypto dalam Kepemimpinannya
PT Pindad Akui, Mesin dan Transmisi MV3 Garuda Bukan Buatan dalam Negeri
Cerahnya Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia, Diteliti

Baca Lainnya

Senin, 3 Maret 2025 - 13:33 WIB

KA Pandalungan Hadirkan Layanan Priority Agar Perjalanan Lebih Eksklusif dan Nyaman

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:27 WIB

Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS

Jumat, 10 Januari 2025 - 13:42 WIB

Bodi Kereta Api Jenis SSNG Terlalu Mepet Tembok Terowongan, Begini Penjelasan KAI

Senin, 23 Desember 2024 - 03:00 WIB

KAI Daop 9 Himbau Masyarakat agar Menggunakan Tiket Resmi Untuk Naik Kereta Api

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB