Memahami Gus Dur Melalui Buku “Tuhan Tidak Perlu Dibela”

Rabu, 1 Januari 2025 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

buku tuhan tudak perlu dibela (Ilustrasi:  Pras)

buku tuhan tudak perlu dibela (Ilustrasi: Pras)

Frensia.id- KH Abudurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ini, barangkali dikenal oleh publik secara luas dari sepak terjangnya pada wilayah politik dan keberpihakannya kepada golongan minoritas.

Tetapi ada sisi lain dari sosok Gus Dur yag juga sangat menarik untuk difahami lebih jauh dan mengenalkan akan pribadi dirinya yang sebenarnya jarang sekali diketahui oleh publik secara umum.

Sebagaimana diketahui bahwa cucu dari KH Hasyim Asy’ary ini telah bergelut dengan dunia sosial-politik yang cukup panjang dan pelik sangat jauh sebelum dirinya tampik di permukaan publik sebagai seorang politisi.

Medan politik yang pernah ia tempuh sudah banyak mendapatkan perhatian publik dan sering kali tampil dan viral saat terdapat kebijakan yang mempunyai keterkaitan. Akan tetapi perihal pandangan-pandangannya pada dimensi lain, sepeti kebudayaan, kebangsaan dan pemikiran Islam jarang sekali terekspos atau sekedar diketahui oleh kalangan pengagum dan nahdliyin saja.

Sangat penting untuk mengetahui gagasan-gagasan dari ketua umum PBNU era orde baru ini, sebab dari pribadinya yang kharismatik mampu membawa organisasi keagamaan terbesar di dunia ini menjadi cukup prestisius dan membangkitkan semangat para pemuda saat eranya memimpin.

Baca Juga :  Mandi Pagi di Pantai: Kebiasaan Menyehatkan yang Didukung Ilmiah

Salah satu cara untuk memahami pribadi seseorang adalah dengan memahami pokok-pokok pikirannya. Adapun bagaimana caranya, maka yang paling mudah adalah dengan membaca tulisan-tulisannya.

Termasuk dengan cara memahami Gus Dur adalah dengan mengetahui tulisannya dan memahami tujuan yang ia maksudkan.

Salah satu buku yang memuat ide-ide besarnya pernah diterbitkan oleh LKIS Yogyakarta pertama kali pada tahun 1999, berjudul “Tuhan Tidak Perlu Dibela”.

Isi dari buku ini berasal dari kumpulan kolom-kolom Gus Dur yang pernah tebit di majalah Tempi pada dasawarsa 1970-an dan 1980-an.

Berdasarkan hasil klasifikasi kemiripan ide antara satu tulisan dengan tulisan yang lain, maka penerbit membagi tulisanya menjadi tiga topik.

Bagian pertama bertema refleksi kritis pemikiran Islam, bagian kedua bertema intensitas kebangsaan dan kebudayaan sedangkan yang terakhir bertema demokrasi, ideologi dan politik.

Baca Juga :  Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025

Sebagai seseorang intelktual yang telah cukup lama menimba ilmu di timur tengah, tampak dari tulisan-tulisannya sangatlah brilian dan bernas, akan tetapi menariknya diramu dengan bahasa yang sangat sederhana.

Kerap beberapa kali ketika hendak mengawali sebuah tulisan dalam upayanya untuk menampilkan gagasan, diawali dengan sebuah alur cerita yang akan membawa pada isi yang hendak dimkasud.

Hal tersebut bisa jadi sebuah cara atau memang pikiran-pikiran yang hendak tersampaikan terpantik dengan adanya sebuah kejadian yang menjadi prolog dari sebuah tulisan.

Buku ini bukanlah satu-satunya yang bisa dijadikan rujukan untuk menyimpulkan gagasan besar Gus Dur, bahkan barangkali buku-bukunya yang lain juga belum cukup untuk menjelaskan sosok yang benar-benar sulit untuk difahami.

Akan tetapi setidaknya, bisa dijadikan acua bagaimana sebenarnya posisi Gus Dur dalam konteks keislaman, keindonesiaan dan kebangsaan selama ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Mandi Pagi di Pantai: Kebiasaan Menyehatkan yang Didukung Ilmiah
Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo
Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila
The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri
Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia
AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar
Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025
Ekspedisi Alexander yang Agung, Berjumpa dengan Manusia-Kuda
Tag :

Baca Lainnya

Rabu, 9 April 2025 - 08:42 WIB

Mandi Pagi di Pantai: Kebiasaan Menyehatkan yang Didukung Ilmiah

Rabu, 2 April 2025 - 16:15 WIB

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo

Selasa, 1 April 2025 - 23:23 WIB

Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila

Senin, 31 Maret 2025 - 19:20 WIB

The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri

Senin, 17 Maret 2025 - 22:14 WIB

Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia

TERBARU

Opinia

Meluruskan Makna Kemanusiaan

Jumat, 18 Apr 2025 - 06:34 WIB

Kolomiah

Belajar dari Arsenal dan Real Madrid: Part II

Kamis, 17 Apr 2025 - 12:29 WIB