Frensia.id- Mengejutkan! Ternyata masjid jami’ di Tanggul Jember telah berusia seabad lebih. Nama masjidnya, Darul Muttaqin.
Masjid Jami Darul Muttaqin yang terletak di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah masyarakat setempat.
Berdiri kokoh selama lebih dari satu abad, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol perubahan sosial dan kultural di wilayah tersebut, khususnya dalam menghadapi masa-masa sulit seperti pendudukan Belanda.
Didirikan sekitar tahun 1910, masjid ini awalnya berwujud sebuah surau sederhana yang digunakan oleh penduduk untuk melaksanakan ritual-ritual keagamaan Islam. Sebagai pusat spiritual, surau ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk mendalami agama dan menjaga semangat keimanan di tengah tekanan kolonialisme.
Seiring berjalannya waktu, surau tersebut berkembang menjadi masjid besar yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual warga, tetapi juga menjadi pusat penyebaran pengetahuan dan perubahan peradaban.
Masjid Jami Darul Muttaqin telah melalui berbagai fase perkembangan, baik secara fisik maupun fungsional. Ketika Belanda masih berkuasa di Jember, masjid ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk perjuangan masyarakat dalam mempertahankan identitas agama dan budaya mereka.
Ketua Takmir Masjid, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa masjid ini awalnya hanya berupa surau kecil yang digunakan oleh penduduk setempat. Baru pada tahun 1930, surau tersebut dibangun menjadi masjid yang lebih terstruktur, diprakarsai oleh KH Abdul Hannan, seorang ulama terkemuka di daerah tersebut.
Seiring dengan waktu, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi besar. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1960, yang juga dipelopori oleh KH Abdul Hannan.
Pada saat itu, struktur masjid mulai diperbaiki untuk menampung semakin banyaknya jamaah. Kemudian, pada tahun 1985, masjid mengalami renovasi besar-besaran, yang mengubah desain arsitekturnya menjadi lebih modern dan megah, seiring dengan perkembangan zaman.
Masjid ini juga berperan sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi, di mana para tokoh masyarakat menyusun strategi untuk melawan penjajah, menjadikannya lebih dari sekadar tempat ibadah biasa.
Hingga kini, masjid tersebut terus mengalami pembaruan dan renovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah yang melekat padanya. Fungsi masjid pun berkembang, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai wadah pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan rutin diadakan di sana, memperkuat peran masjid sebagai pusat transformasi masyarakat menuju peradaban yang lebih maju.
Dengan sejarah panjang dan peran pentingnya, Masjid Jami Darul Muttaqin menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Desa Tanggul Kulon dan masyarakat Jember pada umumnya.