Menteri Agama, Hadiah Misterius dan Komitmen Anti Korupsi

Wednesday, 27 November 2024 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id– Menakjubkan, Langkah Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar melaporkan hadiah misterius ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) bikit publik pangling. Semangatnya membawa kemenag menjadi institusi yang bersih tak hanya sekedar retorika. Tindakan ini menjadi bentuk yang riil menjunjung tinggi integritas.

Dikabarkan pada jumat (22/11/2024), ada hadiah misterius diterima oleh Menteri Agama, nama misterius apa dan siapa pengirimnya tidak jelas. Tanpa ragu Menag segera meminta stafnya untuk melaporkan ke KPK. Hal ini disampaikan oleh tenaga ahli kemenag, Muhammad Ainul Yakin, ia mengatakan pelaporan gratifikasi tersebut atas arahan langsung menag.

Siapapun yang melihat langkah Menag melaporkan hadiah misterius tersebut, tidak hanya dipandang sekedar prosedural, namun juga sebuah pernyataan. Sebagai pejabat publik, Menag memberikan bukti nyata bahwa narasi integritas bukanlah bualan dan jargon yang cantik di lisan. Mungkin saja, gratifikasi yang kerap dianggap “biasa” di dunia birokrasi, Menag justru sebaliknya, apapun yang bukan haknya tak layak untuk diterima.

Baca Juga :  Fraksi PDIP Tegaskan Tak akan Geser Sikap soal Penolakan Rencana Pinjaman Rp786 M Pemkab Jember

Selain komitmen moral, menag pada sisi bersamaan menunjukkan sikap komitmennya patuh pada perundang-undangan. Peraturan yang memuat “teks mati”, di tangan menag menjadi hidup dan membumi. Aturan menolak segala bentuk gratifikasi tersemat dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, bahwa pemberian yang berhubungan dengan jabatan harus dilaporkan jika nilainya melebihi ketentuan.

Meski terlihat sebagai ‘hadiah biasa’, gratifikasi tidak bisa dianggap sepele, pemberian ini terselip potensi besar menjadi awal pintu masuk praktik korupsi. Birokrasi yang menganggap hal wajar, tidak tertutup kemungkinan terus membesar pada gilirannya praktek KKN tak bisa dihindari.

Basmiana, dkk dalam risetnya Gratifikasi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengungkap hal tersebut. Ia menyebutkan penerimaan Gratifikasi, dikhawatirkan dapat bertentangan dengan tugas dan kewajibannya sebagai pegawai negeri/penyelenggara negara.

Baca Juga :  Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja

Menurutnya, banyak Faktor yang mempengaruhi timbulnya praktik gratifikasi diantaranya, pola pikir masyarakat yang membenarkan tradisi pemberian hadiah. Selain itu, kurangnya komitmen moral para pejabat, dorongan faktor ekonomi, karena pendapatan yang kurang dari upah layak.

Ironisnya, riset diatas menyebut gratifikasi tidak terlepas dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang sudah membudaya. Hari ini, Menag, salah satu pejabat publik menunjukkan semangatnya menolak hal itu.  Teladan untuk semua, baik bagi jajaran kementerian, maupun bagi pejabat dan instansi lainnya.

Tak kalah penting adalah langkah bijak Menag ini, menjadi edukasi berharga kepada masyarakat.  Segala pemberian hadiah untuk pejabat publik, terlebih tanpa identitas pengirim yang jelas, dari mana asalnya, bisa menimbulkan resiko besar, suburnya praktek KKN.

Menteri Agama, Prof, Nasaruddin Umar menyampaikan pesan bahwa tidak ada toleransi terhadap gratifikasi, apapun bentuknya dan berapapun nominalnya itu. Sebuah langkah kecil yang membawa pesan besar, integritas adalah harga mati.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember
Temui Massa Aksi Pasar Tanjung, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dialog Lesehan di Pendopo
28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu
Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar

Baca Lainnya

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 10:03 WIB

Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Wednesday, 23 September 2026 - 01:20 WIB

Temui Massa Aksi Pasar Tanjung, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dialog Lesehan di Pendopo

Wednesday, 23 September 2026 - 01:12 WIB

28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu

Wednesday, 23 September 2026 - 01:03 WIB

Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading