Frensia.id – Susunan barang koleksi terlihat berbeda dari sebelumnya di ruang Museum Telu, Jember. Jumlah koleksi bersejarah yang semula sedikit kini sudah mulai bertambah.
Sebelumnya, Musem Telu telah diresmikan oleh Pj Sekretaris Daerah Jember, Arif Cahyono pada Jum’at, 3 Januari 2025.
Dalam mengoleksi benda-benda bersejarah itu, tidak langsung di letakkan ke museum. Tetapi harus melewati proses kurasi terlebih duhulu.
“Harus dikurasi dulu yang mengkurasi nanti kurator dan ada timnya. Timnya itu dari beberapa latar belakang,” kata Priwahyu Hartanti, Kepala Museum Telu, pada Selasa, 3 Maret 2026.
“Tidak tentu, bisa satu, bisa. Kemaren itu pas ada 6 item. Kalau siap satu, ya satu.” katanya.
Koleksi Baru
Barang koleksi bersejarah itu kini sudah berjumlah 145 di Museum Telu. Setiap tahunnya selalu ada barang koleksi baru di museum termasuk yang baru saja dilaunching saat tanggal 3 Januari 2026.
“Yang baru itu ada piring jajan kecil, kemudian ada lukis biru, keramik lukis biru, turen sup. Selain itu juga tenun. Tenun itu ada tenun dari NTT, Toraja dan juga tapis lampu. Jadi yang baru ada enam item,” katanya.
Museum yang terletak di Perumahan Puri Bunga Nirwana Nomor 3, Kloncing, Karangrejo, Sumbersari itu, banyak dikunjungi masyarakat hingga turis mancanegara.
“Ya, kalau dari Mancanegara ada satu kali itu dari Florida, Amerika,” katanya.
Melukis di Atas Gerabah
Tidak hanya menyimpan koleksi bersejarah. Museum Telu juga mempunyai program baru yaitu melukis di atas gerabah.
“Pada bulan Januari itu, kita mengadakan even melukis di atas gerabah. Kemudian juga ada even pameran lukisan di atas gerabah itu,” katanya.
Even ini hanya dijalankan setiap satu tahun sekali, dengan pesertanya diisi oleh siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa umum.
Gelaran pameran lukisan di atas gerabah itu dilakukan selama satu Minggu.
Tak hanya melukis, termasuk program baru di museum yaitu pelatihan public speaking.
Museum Shop
Selain dapat mengunjungi koleksi bersejarah, pengunjung juga bisa membeli aneka aksesoris budaya di Nirvana Museum Shop.
Nuansa baru ini hadir di Museum Telu dengan digerakkan oleh UMKM setempat.
“Jadi kita bekerja sama dengan UMKM. Jadi seperti ini, ini yang menjahit itu juga daerah sini. Yang menjahit baju ini juga ada ibu-ibu daerah sini,” kata Priwahyu saat ditemui di Museum Telu.







