Frensia.id – Paduan Suara Paguyuban Santo Gabriel menjadi pembuka pada kampanye akbar Capres-Cawapres 01 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/2).
Paduan suara ini berasal dari Gereja Katolik di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, dengan nama resmi Gereja Paroki Santo Gabriel.
Dengan berseragam kemeja putih dan celana hitam mereka membawakan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka acara yang bertajuk Kumpul Akbar di JIS tersebut.
“Indonesia Raya membuka Kumpul Akbar di JIS, dibawakan dengan khidmat oleh Paduan Suara Paguyuban Santo Gabriel,” tulis Capres 01 Anies Baswedan di akun X nya.
Selain itu, pembacaan sholawat juga mewarnai kampanye pamungkas itu yang dipimpin langsung oleh Cawapres 01, Cak Imin.
Sehingga hal ini menjadi perhatian warganet, salah satunya dari penyanyi religi Opick yang memberikan komentar di akun Instagram Anies,
“Masya Allah, luar biasa”, tulisnya.
Hal ini nampaknya menjadi tangkisan dari tagar #JakartaINTOLERANStadium yang sempat ramai di X pada saat berlangsungnya kampanye.
Munculnya tagar tersebut, karena warganet menilai bahwa Paslon 01 banyak didukung oleh para mantan HTI, FPI, atau Alumni Aksi 212.
Selain itu, ramainya tagar itu ditengarai berawal dari postingan warganet di Gelora Bung Karno (GBK). Tempat berlangsungnya Kampanye Akbar 02 yang menampilkan adanya Barongsai berwarna Biru sebagai bentuk toleransi terhadap etnis Tionghoa yang sedang merayakan Tahun Baru Imlek.
Demikian juga, hasil kolase foto dari GBK disandingkan dengan Barongsai berwarna Merah dari Kampanye Akbar yang berlangsung di Lapangan Simpang Lima Semarang.
Akan tetapi, hal tersebut tentu terbantahkan dengan keberagaman yang ditampilkan pada Kampanye Akbar 01 di JIS.
yakni dengan hadirnya paduan suara dari Gereja Katolik dan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh Cak Imin.
Hal ini menuai banyak pujian dari warganet, seperti yang ditulis akun @oreovanillaena di X:
“keren bgt idenya buat indonesia raya pake paduan suara gereja, udah pasti baguuuss sih
sama bisa kasih contoh jg kalo amin nihh ngga cuma dimiliki oleh satu golongan aja,
dia jg bukan politik identitas liat ini dia merangkul semua golongaan..”
Sehingga membuktikan bahwa Paslon 01 sangat menjunjung tinggi keberagaman. Serta tidak mengherankan jika warganet berkomentar, “Ini Baru Bhinneka Tunggal Ika”