Penyakit Mata Low Vision Menyebabkan Gangguan Penglihatan, Pasien Harus Tau Gejala dan Cara Penanganannya

Friday, 10 May 2024 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar sumber Freepik

Ilustrasi gambar sumber Freepik

Frensia.id – Mata merupakan salah satu indera yang sangat penting bagi manusia. Namun, berbagai penyakit mata dapat mengganggu kemampuan penglihatan seseorang, salah satunya adalah low vision.

Penyakit low vision merupakan kondisi dimana penglihatan seseorang terganggu secara signifikan.

Meskipun seorang yang mengalami penyakit low vision tidak sepenuhnya buta, tetapi penglihatan seorang bisa terganggu.  Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk usia, gangguan refraktif, atau kondisi medis tertentu.

Ada beberapa indikator yang dapat menyebabkan seseorang mengalami low vision, misalnya seperti degenerasi makula.

Menurut beberapa literatur kesehatan, degenerasi makula merupakan kondisi bagian mata yang penting untuk penglihatan pusat, yakni makuna mengalami kerusakan atau pembusukan.

Komplikasi dari penyakit diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di mata, dalam hal ini medis biasa menyebnya dengan Retinopati Diabetik.

Atau indikator lain penyebab low vision adalah Glaukoma, yakni kondisi tekanan dalam mata meningkat, menyebabkan kerusakan pada saraf mata.

Selain itu, katarak pada mata bisa menyebabkan low vision. Saat seseorang melami katarak, lensa mata menjadi keruh dan menyebabkan penglihatan kabur.

Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Seorang yang mengidap penyakit mata low vision biasanya mengalami gejala yang bervariasi. Secara umum biasanya penglihatan menjadi tidak jelas, bahkan setelah menggunakan kacamata.

Penglihatan seorang low vision akan mengalami penurunan secara bertahap dari waktu ke waktu. Bahkan seorang tersebut bisa kesulitan dalam melihat objek kecil atau objek secara detail.

Selain itu, lov vision dapat menyebabkan penglihatan terdistorsi, hal ini ditandai dengan objek terlihat bengkok dalam pandangan pengidap.

Bagi seorang yang melami gelaja penyakit mata lov vision disarankan secepatnya melakukan penyembuhan.

Meski penyakit low vision seringkali tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa tips yang dapat membantu mengurangi gejala tersebut.

Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pasien penyakit mata lov vision untuk membantu mengelola kondisi tersebut diantaranya:

Pertama, konsultasi dengan dokter mata. Penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi perawatan yang sesuai.

Baca Juga :  Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara

Kedua, penggunaan bantuan visual bagi pasien lov vision. Terdapat berbagai alat bantu visual yang dapat membantu meningkatkan kemampuan penglihatan seseorang, seperti kacamata khusus atau pembesar teks.

Ketiga, perubahan pola hidup. Mengadopsi gaya hidup yang sehat, termasuk mengatur pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan merokok, dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Keempat, pasien low vision dianjurkan terapi fisik. Beberapa terapi fisik, seperti terapi okupasi, dapat membantu seseorang belajar cara menyesuaikan diri dengan perubahan penglihatan mereka dan tetap mandiri dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang memadai, seseorang yang mengalami low vision dapat terus menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna.

Kendati demikian, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dengan kondisi ini, dan pendekatan perawatan yang efektif dapat bervariasi dari masing-masing individu.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Menarik! Riset Prof Joni Aasi, Direktur UNESCO, Tentang Kerusakan Akibat Bom di Gaza
CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya
Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers
Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi
Dispendik Jember Lakukan Trauma Healing di SDN 02 Jelbuk Usai Insiden Guru Over Reaktif
Oknum Guru SD di Jelbuk Jember Telanjangi Murid Gegara Hilang Uang, Dispendik Tarik Pelaku dari Sekolah

Baca Lainnya

Saturday, 14 February 2026 - 01:53 WIB

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Saturday, 14 February 2026 - 01:01 WIB

Menarik! Riset Prof Joni Aasi, Direktur UNESCO, Tentang Kerusakan Akibat Bom di Gaza

Wednesday, 11 February 2026 - 15:57 WIB

CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya

Tuesday, 10 February 2026 - 18:34 WIB

Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers

TERBARU

Foto: Istimewa. Gambar Telur Puyuh Ditimbang di Salah Satu SPPG

Regionalia

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Monday, 16 Feb 2026 - 21:48 WIB

Foto: Istimewa. Salah satu lokasi terdampak banjir.

Regionalia

Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

Sunday, 15 Feb 2026 - 15:09 WIB

Foto: Istimewa.

News

Laka di Jember Libatkan Bus vs Sepeda Motor, 1 Tewas

Sunday, 15 Feb 2026 - 10:32 WIB