Perempuan Pedagang Kaki Lima Depan UIN KHAS Diteliti, Punya Peran Ganda

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Perempuan Pedagang Kaki Lima Depan UIN KHAS Diteliti, Punya Peran Ganda (Sumber: Grafis/Frensia)

Gambar Perempuan Pedagang Kaki Lima Depan UIN KHAS Diteliti, Punya Peran Ganda (Sumber: Grafis/Frensia)

Frensia.id- Perempuan-perempuan yang menjadi pedagang kaki lima di depan Universitas Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, diteliti. Ternyata mereka memiliki peran ganda.

Dua akademisi dari UIN KHAS Jember, Siti Aisah dan Naili Ziana Zakiyah, mengungkapkan hasil penelitian menarik terkait pedagang kaki lima di sekitar kampus UIN KHAS Jember.

Riset ini telah terbit Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling. Dipublikasi pada tahun ini, 2024.

Bagi dua akademisi ini, para perempuan ini tidak hanya menjalankan bisnis kecil-kecilan untuk menambah penghasilan keluarga, tetapi juga berperan sebagai ibu rumah tangga. Hal ini menimbulkan dua peran sekaligus yang harus mereka jalani, yaitu sebagai pengurus rumah tangga dan pebisnis.

Mereka mencoba mengungkap strategi yang dilakukan oleh perempuan pedagang kaki lima dalam menjaga ketahanan keluarga, bagaimana mereka membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, serta dampak kesibukan bisnis terhadap hubungan mereka dengan anggota keluarga.

Hasil dari penelitian ini menemukan sejumlah temuan yang sangat relevan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar kampus. Pertama, mayoritas pedagang kaki lima perempuan memilih bekerja karena tuntutan ekonomi keluarga yang mendesak. Banyak dari mereka berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang baik, sehingga terpaksa harus mencari tambahan penghasilan melalui berdagang.

Baca Juga :  Bupati Gus Fawait Keluarkan SE Anak Sekolah Belajar Secara WFH

Selain fleksibel, berdagang kaki lima juga memungkinkan mereka untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Namun, keputusan ini tidak mudah, karena mereka harus mengatur waktu antara bisnis dan tanggung jawab keluarga.

Kedua, keduanya juga mengungkapkan bahwa peran perempuan sebagai pedagang kaki lima justru memberikan kontribusi besar terhadap keuangan keluarga. Dalam banyak kasus, penghasilan yang diperoleh dari berdagang melebihi pendapatan suami.

Fakta ini menjadikan perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga, meskipun mereka tetap harus menjalankan tugas domestik di rumah. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam sektor informal sangat penting dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.

Meskipun mereka berstatus sebagai pedagang kecil, kontribusi ekonomi yang mereka berikan sangat signifikan.

Namun, ada sisi lain dari kesibukan mereka sebagai pedagang. Penelitian ini juga menemukan bahwa kesibukan berbisnis sering kali berdampak pada hubungan keluarga.

Baca Juga :  Kolaborasi! KUA Kaliwates Bersama UIN KHAS Jember Siapkan Duta Moderasi di Wilayah Perkotaan

Para perempuan ini harus pintar-pintar membagi waktu antara bekerja dan mengurus rumah. Tidak sedikit yang mengaku merasa kewalahan karena harus menjalankan dua peran tersebut secara bersamaan.

Akibatnya, waktu bersama keluarga sering kali berkurang, terutama untuk anak dan suami. Meski demikian, para pedagang perempuan ini tetap berusaha keras untuk menjaga keseimbangan, dengan berbagai strategi seperti melibatkan anggota keluarga dalam usaha mereka atau memanfaatkan waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Penelitian 2 akademisi ini telah menyajikan gambaran bagaimana pedagang kaki lima perempuan, terutama di sekitar kampus, menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Mereka tidak hanya berperan ganda sebagai pengurus rumah tangga dan pencari nafkah, tetapi juga menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi segala tekanan.

Kendati kesibukan berbisnis kerap menimbulkan tantangan dalam hubungan keluarga, mereka tetap berusaha menjaga harmoni dengan keluarga sambil mempertahankan usaha kecil mereka yang menjadi sumber penghidupan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Membedah Fikih Lingkungan, UIN KHAS Jember Gelar Serial Kajian Ekoteologi
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh: Pesan Rektor UIN KHAS Jember Pada Closing PBAK 2025
Galakkan Gerakan “Wakaf Oksigen” Saat PBAK, UIN KHAS Jember Lawan Krisis Iklim
Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Ribuan Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember Bagikan Bibit Pohon Buah Kepada Pengguna Jalan
Rabo Wekasan: Antara Tradisi, Doa, dan Catatan Ilmiah
Tanpa Bambu, Bumi Akan Mati! Kata Peneliti Universitas Kolombia
Ribuan Maba UIN KHAS Jember Ikuti PBAK 2025, Usung Tema Ekoteologi
WASPADA! Peneliti Ungkap “Satu Benda” Paling Berbahaya Pemicu Kecelakaan Ojek Online di Jember

Baca Lainnya

Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:40 WIB

Membedah Fikih Lingkungan, UIN KHAS Jember Gelar Serial Kajian Ekoteologi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:52 WIB

Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh: Pesan Rektor UIN KHAS Jember Pada Closing PBAK 2025

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:00 WIB

Galakkan Gerakan “Wakaf Oksigen” Saat PBAK, UIN KHAS Jember Lawan Krisis Iklim

Jumat, 22 Agustus 2025 - 16:29 WIB

Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Ribuan Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember Bagikan Bibit Pohon Buah Kepada Pengguna Jalan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 06:14 WIB

Rabo Wekasan: Antara Tradisi, Doa, dan Catatan Ilmiah

TERBARU

Pengusaha asal Situbondo HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy dan timnya saat melakukan survei lokasi tambang dolomit di Gresik. (Sumber foto: Istimewa)

Regionalia

Dolomit: Komoditas Tambang yang Menjanjikan

Rabu, 27 Agu 2025 - 11:48 WIB