Frensia.id- Pernah diriset, ternyata ada hubungan status pernikahan dengan kepatuhan konsumen lokalisasi dalam memakai kondom. Fakta ini ditemukan dalam sebuah riset pada para konsumen Lokalisasi Puger Kulon Jember.
Puger Kulon merupakan salah satu Lokalisasi yang cukup besar di Jember. Konsumen mereka berasal dari beberapa kalangan, termasuk yang beristri dan masih Bujang.
Penggunaan kondom di kalangan pekerja seks komersial (PSK) sangat dianjurkan untuk mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). Meskipun demikian, tingkat kepatuhan dalam menggunakan kondom masih terbilang rendah, dan ini menjadi masalah serius dalam upaya pencegahan IMS.
Salah satu peneliti yang fokus pada ketaatan konsumen lokalisasi Puger Kolon ini adalah Dini Eka Pripuspitasari. Riset akademisi Universitas dr. Soebandi telah terbit setahun yang lalu, 2023, di Fetus : Journal of Midwifery.
Menurutnya, di Puger Kulon, tercatat 69 PSK, di mana sebanyak 47 di antaranya atau 68,1% telah terjangkit IMS, berdasarkan data dari Puskesmas Puger.
Penelitiannya bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status perkawinan dan kepatuhan penggunaan kondom pada PSK di Puger Kulon.
Dengan menggunakan metode cross sectional dan melibatkan 30 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, penelitian ini menganalisis data menggunakan uji chi square.
Dari kajian yang dilakukannya, ditemukan bahwa sebagian besar responden berstatus janda atau “sendiri,” yaitu sebanyak 18 orang (60%). Kepatuhan dalam penggunaan kondom juga tercatat rendah, dengan 17 responden (56,7%) masuk dalam kategori tidak patuh.
Berdasarkan hasil uji chi square, nilai p yang diperoleh adalah 0,004, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status perkawinan dan kepatuhan penggunaan kondom (p < 0,05).
PSK yang telah menikah cenderung lebih konsisten menggunakan kondom dibandingkan mereka yang tidak menikah atau berstatus janda. Hal ini disebabkan oleh kesadaran pasangan suami istri yang lebih besar terhadap pentingnya menjaga kesehatan satu sama lain, serta potensi risiko yang lebih besar jika hubungan seksual dilakukan tanpa perlindungan.
Kepatuhan yang lebih tinggi ini bertujuan untuk mencegah penularan IMS yang dapat memengaruhi kesehatan pasangan.
Penelitiannya telah menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status perkawinan dan kepatuhan penggunaan kondom di kalangan PSK di Puger Kulon. PSK yang telah menikah lebih cenderung patuh dalam menggunakan kondom dibandingkan yang berstatus janda.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya pencegahan IMS melalui peningkatan edukasi dan program kesehatan yang lebih efektif, khususnya mengenai pentingnya penggunaan kondom secara konsisten.