Presiden Belarusia Tekankan Pentingnya Mengingat 80 Tahun Perang Patriotik Raya

Rabu, 9 Oktober 2024 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko sumber edit by Frensia

Ilustrasi gambar Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko sumber edit by Frensia

Frensia.id – Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko menekankan pentingnya mengingat dan melindungi memori sejarah dalam rangka memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Raya.

Pernyataan Aleksandr Lukashenko dalam pidato penting pada pertemuan yang diperluas para Kepala Negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang digelar di Moskow pada tanggal 8 Oktober 2024.

Presiden Lukashenko menyampaikan bahwa Belarusia, sebagai salah satu republik Soviet pertama yang menghadapi serangan besar dari Wehrmacht, memiliki peran penting dalam mempertahankan kemajuan musuh menuju Moskow dan mempengaruhi hasil perang.

Dia mengungkapkan bahwa pejuang dari lebih dari 70 negara berdampingan dengan Belarusia dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai kejahatan global yang absolut.

“Orang-orang dari 70 negara berjuang berdampingan dengan Belarusia, dan masing-masing dari mereka tahu bahwa mereka sedang berjuang melawan kejahatan global yang mutlak”, ucap Lukashenko pada tanggal 08/10/2024.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Dalam pidatonya, Lukashenko juga mengenang para pahlawan yang namanya diabadikan dalam nama-nama jalan dan monumen di Belarusia, termasuk Marsekal Georgy Zhukov dan banyak pahlawan lain dari berbagai negara Soviet.

Namun, ia tidak hanya mengenang mereka yang gugur sebagai pahlawan, tetapi juga jutaan orang yang menderita dan kehilangan nyawa selama perang.

Salah satu momen menyentuh dalam pidato tersebut adalah ketika Lukashenko mengingatkan pada tragedi yang terjadi di desa Khatyn.

“Lonceng Khatyn mengingatkan kita setiap 30 detik bahwa lebih dari 600 desa Belarusia dibakar bersama dengan wanita. anak-anak. dan warga laniut usia mereka”, ujar Presiden Belarusia.

Presiden Lukashenko juga menyoroti masalah yang terjadi di masa kini, termasuk pemanfaatan simbol dan retorika Nazi di beberapa negara Eropa serta penghancuran monumen peringatan.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Menurutnya, hal ini dilakukan oleh generasi muda yang dibesarkan dalam semangat superioritas nasional dan balas dendam, yang tidak menyadari peran nenek moyang mereka dalam berjuang bersama rakyat Soviet.

Sebagai respons terhadap upaya penghapusan memori kolektif tersebut, Lukashenko mengatakan bahwa Konstitusi Belarus telah diperkuat dengan ketentuan tentang perlindungan kebenaran sejarah dan memori kepahlawanan rakyat Soviet.

Selain itu, undang-undang yang menghalangi rehabilitasi Nazisme dan genosida terhadap rakyat Belarusia juga telah diadopsi.

Presiden Lukashenko menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa upaya ini dilakukan demi perdamaian dan mempertahankan kebenaran sejarah, menekankan bahwa tindakan ini selaras dengan kepentingan umat manusia yang menghadapi tantangan global yang semakin meningkat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB