Kisah Penjual Bunga Tabur Makam di Trotoar Pasar Tanjung Jember Jelang Lebaran

Friday, 20 March 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mashudi, warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember, sedang memotong daun pandan (Foto: Fadli/Frensia).

Mashudi, warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember, sedang memotong daun pandan (Foto: Fadli/Frensia).

Kaliwates, Frensia.id – Tampak jauh para pedagang bunga tabur makam berjejer memadati trotoar pinggir Jalan Trunojoyo Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Tak peduli terik matahari yang semakin panas di atas kepala menjelang lebaran tahun 2026.

Para penjual bunga tabur makam tetap duduk di atas trotoar, sambil menunggu pembeli membawa satu kresek yang berisi campuran bunga mawar dan daun pandan itu.

Momentum akhir bulan Ramadan, menjadi hari yang selalu dinanti oleh para penjual bunga tabur makam. Salah satunya, Mashudi, warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Ia terlihat sibuk memotong daun pandan untuk dimasukkan ke dalam kresek.

Mashudi menjalani pekerjaannya sudah sejak tahun 1983. Ia mengaku berkat menjual bunga tabur makam, dirinya bisa menafkahi keluarganya.

“Karena kesenangan jual (bunga) ini memang jadi barokah itu belanja untuk makan keluarga sehari-hari, ada manfaatnya itu senang sekali jual bunga,” kata dia saat ditemui di lapak jualannya, pada Jum’at, (20/3/2026) siang hari.

Meskipun, menurut Mashudi permintaan bunga tabur makam tidak selalu laku terjual setiap harinya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Gelar Bazar Kampus Ramadan, Kepala Biro AUPK: Komitmen Peduli Pelaku Usaha

Selain bukan karena momentum hari raya dan awal Bulan Ramadan, kehadiran peziarah yang akan ke makam juga sepi.

Di lain waktu, Mashudi menceritakan pernah ada pembeli yang memborong jualannya, sehingga ia bisa pulang ke rumah lebih awal.

Sambil mewadahi bunga mawar dan potongan daun pandang ke dalam kresek, ia menawarkan pada setiap orang yang lewat depan lapak jualannya.

Mashudi mengaku jika bunga mawar dan daun pandan diperoleh dari hasil beli ke tetangganya untuk dijual kembali.

Saat sudah menjelang hari raya, satu kresek plastik bunga makam, Mashudi jual dengan harga ratusan.

“Sekarang ya satu plastik besar itu sampai Rp 100 ribu. Kalau hari biasa paling lakunya Rp 20 ribu, Rp 15 ribu,” kata dia.

Disuruh Pindah Satpol PP

Lain kisah lagi, dengan Mila. Penjual bunga makam yang beralamat sama dengan Mashudi.

Mila mengatakan jika lapaknya pernah disuruh pindah oleh Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP).

“Ini dulunya pernah jualan di sini. Jualan di depan itu tidak boleh harus mundur gitu. Habis itu suruh pindah ke atas (Lantai 2 Pasar Tanjung) itu di sana. Tapi sudah tiga kali ganti sudah ini,” katanya.

Baca Juga :  Memasuki Musim Panen, Harga Gabah di Jember Stabil

Dengan kisaran waktu kurang lebih 15 tahunan, Mila telah menghidupi keluarganya dengan hasil berjualan bunga tabur makam.

Mila mengatakan penjual bunga tabur makam di Pasar Tanjung banyak yang berasal dari Karangpring, Kecamatan Sukorambi.

Menurutnya, harga yang dibandrol setiap penjual juga berbeda-beda.

“Kalau sekarang standar paling tinggi itu harganya Rp 125 ribu. Hari-hari biasa itu kadang-kadang ya Rp 40 ribu, Rp 35 ribu, Rp 25, ribu, katanya, sambil menyapa pembeli yang lewat.

Daun pandan yang Mila jual, ia dapat dari hasil beli ke tetangganya seharga Rp 20 ribu satu kresek.

Menjelang tiba hari raya tahun ini, ada 15 hingga 20 kresek bunga tabur makam miliknya yang terjual.

Trotoar mungkin sekadar jalanan pinggir untuk pejalan kaki, tapi bagi mereka yang sedang mengais rezeki, tempat itu sungguh telah banyak berjasa dalam menghidupi keluarganya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dongkrak Ekonomi Jember, PTPN I Regional 5 Guyur Bantuan Rp 2,26 M hingga Modal Ternak Rp 28 M
Harga Kedelai dan Plastik Naik Bersamaan, Perajin Tempe di Rambipuji Jember Kurangi Ukuran Produk
Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah
Bank Indonesia Jember Siapkan Perluasan Layanan Pembayaran Digital di Seluruh Sektor Keuangan
Jelang Hari Besar Keagamaan, Satgas Saber Pangan Polres Jember Pastikan Harga Bapokting Aman
Memasuki Musim Panen, Harga Gabah di Jember Stabil
Jasa Penggilingan Padi di Jember Keluhkan Kalah Saing dengan Selep Keliling
Harga Cabai di Pasar Tanjung Jember Meroket Jelang Hari Raya Idulfitri 2026

Baca Lainnya

Friday, 10 April 2026 - 15:43 WIB

Dongkrak Ekonomi Jember, PTPN I Regional 5 Guyur Bantuan Rp 2,26 M hingga Modal Ternak Rp 28 M

Thursday, 9 April 2026 - 17:15 WIB

Harga Kedelai dan Plastik Naik Bersamaan, Perajin Tempe di Rambipuji Jember Kurangi Ukuran Produk

Wednesday, 8 April 2026 - 14:50 WIB

Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah

Tuesday, 7 April 2026 - 17:55 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Perluasan Layanan Pembayaran Digital di Seluruh Sektor Keuangan

Thursday, 2 April 2026 - 20:23 WIB

Jelang Hari Besar Keagamaan, Satgas Saber Pangan Polres Jember Pastikan Harga Bapokting Aman

TERBARU

Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait (Foto: Istimewa).

Politia

Terobosan Baru Gus Fawait, Gelar Forum Uji Publik Secara Live

Saturday, 11 Apr 2026 - 16:22 WIB

Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait (Foto: Istimewa).

Politia

Gus Fawait Sulap Jalan Kartini Jadi Food Street Ikon Baru Jember

Saturday, 11 Apr 2026 - 16:17 WIB