Frensia.id – Seorang Siswi Disabilitas Downsyndrome, bernama Chayla Hoirun Nisa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Jember, telah baru saja memenangkan lomba Seni Peran di tingkat nasional dengan meraih juara harapan 2.
Dari kemenangan tersebut, Nurijana selaku orang tua siswi berharap mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kalau untuk (lomba) Peran Seni ini, dari nasional dapat reward Rp 500 ribu. Dari Kabupaten nggk ada, dari Provinsi juga nggk ada,” tuturnya, saat ditemui pada Selasa (28/7/2026).
Dia bercerita bahwa selama mendampingi putrinya, dirinya selalu memberi dukungan semangat agar bisa menang lomba di tingkat daerah.
“Saya kasih semangat. Ayo nanti kalau dapat juara, nanti bisa ke Jakarta, bisa jadi artis kayak gitu,” kata dia.
Dia menyampaikan bahwa putrinya memang sudah semasa kecilnya mempunyai karakter dan kedisplinan yang baik.
“Anaknya sendiri sudah punya kewajiban. Misalkan sekolah itu dia mandiri. Kalau tidak sekolah dia marah. Kalau libur marah. Ngaji pun juga kayak gitu,” ujarnya.
Untuk menyemangati putrinya, sang ibu menawarkan hadiah apabila menang lomba.
“Kamu kepingin apa sih. Aku kepingin beli mobil Pajero katanya gitu. Lah kemarin dia juga gitu. Kan dapat hadiah itu Rp 500 ribu, yang juara masuk 5 besar itu,” ucapnya, dengan nada menirukan suara putrinya.
Sementara itu, Pembina Lomba Seni Peran SLB Negeri Jember, Ahmad Jamil, menyampaikan bahwa chayla merupakan tipikal siswi yang mudah akrab dengan siapapun, sehingga tidak sulit diarahkan saat proses latihan.
“Sebenarnya anaknya memang gampang akrab dengan orang, terus sering meniru (raut muka) temannya kalau lagi marah, lagi sedih,” kata Jamil.
Jamil mengaku selama melatih seni peran, dirinya mengarahkan chayla agar memerankan tema yang dekat dengan suasana kesehariannya.
“Pada akhirnya saya arahkan temanya itu ya sesuai dengan kesehariannya dia atau keseharian temannya. Akhirnya kita ngambil tema-tema yang lebih dekat dengan dia gitu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jamil menceritakan saat Chayla ekspresi akting mulai dari raut muka bahagia, sedih, dan marah.
“Kalau yang bahagia itu. Jadi saya kasih tema dia juara lomba gitu. Hanya dia senang dapat piala gitu. Dia memperagakan itu di ceritanya,” ungkapnya.
Untuk perasaan sedih, Chayla menceritakan temannya yang sedang pisah sekolah.
“Kalau yang sedih. Dia sedih karena salah satu teman kelasnya itu pindah sekolah gitu. Akhirnya dia bertanya-tanya karena sudah 3 hari tidak masuk. Dia nangis karena temannya tidak pernah kembali lagi gitu,” ujarnya.
Sedangkan untuk ekspresi marah, Chayla sedang melupakan rasa emosinya karena lauk ayam pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ada yang mencurinya.
“Sebenarnya hal sepele cuma ada hiperbolanya. Tiap hari kan kita dapat MBG. Cuman tiba-tiba pada waktu itu di adegannya MBGnya ayamnya hilang dicuri temannya. Akhirnya dia marah. Pas nanya ke temannya tidak ada yang jawab,” tuturnya.
Meskipun demikian, kata Jamil, dari setelah adegan tersebut, ada pesan peringatan tentang larangan mencuri.
“Selain marah-marah, ada poin untuk kita itu dilarang mencuri gitu,” tegasnya.






