Frensia.id – Profesor Jeffrey Sachs, akademisi dan ekonom Amerika, mengungkapkan pernyataannya tentang seluruh perilaku Amerika Serikat. Menurutnya kebijakan Luar Negeri AS dibangun atas dasar kemunafikan.
Profesor Jeffrey Sachs menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana mereka akan bereaksi terhadap pihak lain.
Pernyataan akademisi dan ekonom tersebut sebagaimana dalam sebuah wawancara dengan Hakim Napolitano untuk Judgement Freedom pada tanggal 13 Agustus 2024.
Menurut Sachs, kebijakan luar negeri Amerika didasarkan pada keyakinan para pejabat bahwa negara tersebut dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan tanpa hukuman.
Baik terhadap norma, standar, hukum internasional, prinsip, suara PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB, perjanjian, atau apapun yang dapat membatasi perilaku orang lain.
“Pejabat di AS berkeyakinan bahwa mereka dapat melakukan apa yang diinginkan tanpa hukuman, terhadap norma, standar, hukum internasional, prinsip, suara PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB, perjanjian, atau apa pun yang mereka katakan akan membatasi perilaku orang lain,” ucapnya.
“Segala sesuatu tentang kebijakan luar negeri Amerika dibangun di atas kemunafikan dari awal hingga akhir. Dan kemudian kita tidak dapat mengerti mengapa hal itu sedikit mengganggu orang lain dan mengapa hal itu membawa kita ke dalam perang abadi,” ujar Sachs.
Sachs juga menyoroti bahwa Amerika Serikat telah lama mengirimkan pesan kepada seluruh dunia untuk menjauh dari Belahan Bumi Barat, dan menganggap setiap serangan di Belahan Bumi Barat sebagai pelanggaran terhadap keamanan AS.
“Kami menganggap setiap serangan di Belahan Bumi Barat-mulai dari ujung selatan Tierra del Fuego hingga lingkungan sekitar kami-sebagai pelanggaran terhadap keamanan AS,” ungkap Jeffrey Sachs.
Namun demikian, Sachs menekankan bahwa ketika Amerika Serikat melakukan tindakan seperti mendorong NATO hingga ke perbatasan Rusia, menempatkan sistem rudal di mana pun mereka mau, dan melibatkan Georgia di kawasan Kaukasus sebagai mitra Atlantik Utara sebagai bagian dari NATO, mereka merasa itu adalah hak mereka.
“Kami berhak mendorong NATO hingga ke perbatasan Rusia, menempatkan sistem rudal di mana pun kami mau, dan melibatkan Georgia di kawasan Kaukasus sebagai mitra Atlantik Utara sebagai bagian dari NATO, itu adalah hak kami,” jelasnya.
Pernyataan Sachs ini menggambarkan bahwa Amerika Serikat telah lama menjalankan kebijakan luar negeri yang penuh dengan paradoks dan kemunafikan, yang pada akhirnya dapat membawa negara tersebut ke dalam konflik yang tak berujung.
“Segala sesuatu tentang kebijakan luar negeri Amerika dibangun di atas kemunafikan dari awal hingga akhir,” ujar Jeffrey Sachs pada 13/08/2024.
“Dan kemudian kita tidak dapat mengerti mengapa hal itu sedikit mengganggu orang lain dan mengapa hal itu membawa kita ke dalam perang abadi,” tambahnya.