Profesor Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dibangun atas Kemunafikan

Wednesday, 14 August 2024 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Profesor Jeffrey Sachs sumber edit by elriyadh

Ilustrasi gambar Profesor Jeffrey Sachs sumber edit by elriyadh

Frensia.id – Profesor Jeffrey Sachs, akademisi dan ekonom Amerika, mengungkapkan pernyataannya tentang seluruh perilaku Amerika Serikat. Menurutnya kebijakan Luar Negeri AS dibangun atas dasar kemunafikan.

Profesor Jeffrey Sachs menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana mereka akan bereaksi terhadap pihak lain.

Pernyataan akademisi dan ekonom tersebut sebagaimana dalam sebuah wawancara dengan Hakim Napolitano untuk Judgement Freedom pada tanggal 13 Agustus 2024.

Menurut Sachs, kebijakan luar negeri Amerika didasarkan pada keyakinan para pejabat bahwa negara tersebut dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan tanpa hukuman.

Baik terhadap norma, standar, hukum internasional, prinsip, suara PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB, perjanjian, atau apapun yang dapat membatasi perilaku orang lain.

“Pejabat di AS berkeyakinan bahwa mereka dapat melakukan apa yang diinginkan tanpa hukuman, terhadap norma, standar, hukum internasional, prinsip, suara PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB, perjanjian, atau apa pun yang mereka katakan akan membatasi perilaku orang lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta

“Segala sesuatu tentang kebijakan luar negeri Amerika dibangun di atas kemunafikan dari awal hingga akhir. Dan kemudian kita tidak dapat mengerti mengapa hal itu sedikit mengganggu orang lain dan mengapa hal itu membawa kita ke dalam perang abadi,” ujar Sachs.

Sachs juga menyoroti bahwa Amerika Serikat telah lama mengirimkan pesan kepada seluruh dunia untuk menjauh dari Belahan Bumi Barat, dan menganggap setiap serangan di Belahan Bumi Barat sebagai pelanggaran terhadap keamanan AS.

“Kami menganggap setiap serangan di Belahan Bumi Barat-mulai dari ujung selatan Tierra del Fuego hingga lingkungan sekitar kami-sebagai pelanggaran terhadap keamanan AS,” ungkap Jeffrey Sachs.

Namun demikian, Sachs menekankan bahwa ketika Amerika Serikat melakukan tindakan seperti mendorong NATO hingga ke perbatasan Rusia, menempatkan sistem rudal di mana pun mereka mau, dan melibatkan Georgia di kawasan Kaukasus sebagai mitra Atlantik Utara sebagai bagian dari NATO, mereka merasa itu adalah hak mereka.

Baca Juga :  PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

“Kami berhak mendorong NATO hingga ke perbatasan Rusia, menempatkan sistem rudal di mana pun kami mau, dan melibatkan Georgia di kawasan Kaukasus sebagai mitra Atlantik Utara sebagai bagian dari NATO, itu adalah hak kami,” jelasnya.

Pernyataan Sachs ini menggambarkan bahwa Amerika Serikat telah lama menjalankan kebijakan luar negeri yang penuh dengan paradoks dan kemunafikan, yang pada akhirnya dapat membawa negara tersebut ke dalam konflik yang tak berujung.

“Segala sesuatu tentang kebijakan luar negeri Amerika dibangun di atas kemunafikan dari awal hingga akhir,” ujar Jeffrey Sachs pada 13/08/2024.

“Dan kemudian kita tidak dapat mengerti mengapa hal itu sedikit mengganggu orang lain dan mengapa hal itu membawa kita ke dalam perang abadi,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan
Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan
Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg
Pemkab Jember Perluas Layanan Kesehatan Gratis se-Jawa Timur, Targetkan 10.000 Pasien

Baca Lainnya

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

Monday, 26 October 2026 - 14:07 WIB

DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

Saturday, 24 October 2026 - 22:24 WIB

PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Saturday, 24 October 2026 - 16:56 WIB

Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading