Frensia.id – Judul ini sepintas paradoks, bagaimana tidak? Takdir manusia sudah ditentukan oleh Allah pada zaman Azali. Apalagi takdir mubrom sebuah takdir yang tidak bisa dirubah seperti rizki, ajal, jodoh.
Lalu jika demikian bagaimana mungkin manusia bisa menentukan takdirnya pada malam lailatur qadar? Sedang takdir sudah ditentukan pada zaman azali? Namun menariknya malam Lailatul qadar ini juga menjadi malam penentuan takdir manusia?
Sepintas paradoks, namun disinilah letak keagungan rahasia malam Lailatul qadar. Takdir yang ditentukan pada zaman azali dan takdir yang ditentukan pada malam lailatul qadar sangat berkesinambungan.
Berikut ini saya akan memberikan ilustrasi yang indah sebagaimana ilustrasi yang dijabarkan KH. Musleh Adnan saat mengisi kajian Ramadhan dengan tema malam lailatul qadar. KH. Musleh Adnan –penceramah kondang asal madura, alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo– dalam penjelasannya mengurai kaitan takdir azali dengan takdir di malam lailatul qadar.
Pada zaman azali contohnya takdir KH. Musleh sudah di tentukan, umurnya misalnya 100 tahun, rezekinya 1 triliun dan takdir seterusnya yang lain dirinci inilah secara utuh takdir KH. Musleh. lalu setiap tahun ada valuasi dan waktu evaluasi itu setiap malam lailatur qadar.
Begitupula takdir kita di zaman azali sudah ditentukan pasangan, rezeki, umur dan takdir lainnya. Takdir yang sudah ditentukan pada kita itu setiap tahun dilakukan evaluasi tepatnya saat malam Lailatul qadar.
Menurut ulama, pada malam Lailatul qadar ini Allah memutuskan semuanya takdirnya. Malam dimana Allah memberikan keputusan atua stempel atas permohonan ‘proposal’ yang diajukan pada saat nisfu sya’ban.
Pada Malam nisfu sya’ban ada tiga permohonan yang dipanjatkan manusia kepada Allah, keputusan tiga permohonan itu Allah putuskan dimalam lailatur qadar.
Ulama mengatakan pada malam Lailatul qadar ini dirinci urusan-urusan yang penuh dengan hikmah ada yang mengatakan umur ditentukan pada malam Lailatul qadar, umur kita apakah sampai pada tahun yang akan datang? itu ditentukan di malam lailatur qadar.
Rizki dalam setahun kedepan ditentukan pada malam lailatur qadar, rizki kita lancar apa tidak ? musibah kita sedikit atau banyak ? tanaman pertanian kita sukses atau tidak ? ditentukan di malam lailatur qadar. Jodoh atau pasangan kita juga ditentukan dimalam lailatur qadar.
Sebagaimana diuraikan diatas takdir pada malam Lailatul qadar ini adalah sebagai evaluasi. Hal ini berdasarkan firma Allah dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 39
يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ وَيُثْبِتُۚ وَعِنْدَهٗٓ اُمُّ الْكِتٰبِ ٣٩
Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Di sisi-Nyalah terdapat Ummul-Kitāb (Lauh Mahfuz).
Dalam ayat diatas Allah bisa menghapus apa yang Dia kehendaki artinya Allah bisa merubah keputusan yang sudah ditetapkan pada zaman azali. Sekalipun qadha/takdir mubrom sebab yang punya qadha Allah, Tentu terserah Allah mau dirubah atau tidak. Manusia tidak bisa ikut campur.
Allah juga (وَيُثْبِتُۚ) menetapkan artinya takdir manusia tidak berubah seperti takdir azali. Contoh seperti diatas takdir KH. Musleh umurnya 100 tahun, rizkinya 1 triliun, seperti ketentuan pada zaman azali, tidak ada perubahan.
Keputusan apakah Allah merubah takdir manusia atau tidak berubah takdir manusia itu diputuskan Allah pada malam lailatur qadar. Sedangkan malaikat hanya pelaksana keputusan Allah tersebut.
Setelah Allah memutuskan takdir manusia, malaikat diberikan ‘salinan putusan’ yang sudah diputuskan oleh Allah. Lalu malaikat akan mengeksekusi keputusan takdir Allah tersebut.
Oleh karena itu dimalam lailatul qadar ini dianjurkan bermunajat, berdoa agar Allah memutuskan takdir yang terbaik bagi kita.