Frensia.id- Semua agama ternyata memiliki kepercayaan melaksanakan puasa. Hanya saja, masing-masing tentu berbeda-beda dalam mempraktikkannya. Islam pun demikian, juga berbeda dalam beberapa aspek.
Berikut adalah beberapa poin perbedaan ajaran puasa dalam Islam dengan agama lain. Diantaranya adalah seperti berikut ini;
Waktu Puasa
Puasa dalam Islam, khususnya puasa Ramadhan, diwajibkan pada bulan tertentu dalam kalender Hijriah. Puasa pada agama lain dapat dilakukan pada berbagai waktu tergantung pada perayaan atau tradisi keagamaan yang bersangkutan.
Teknis Puasa
Puasa Islam melibatkan menahan diri dari makan, minum, dan beberapa tindakan tertentu mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Beberapa agama lain mungkin memiliki ketentuan teknis puasa yang berbeda, seperti menahan diri dari makanan tertentu, melakukan ritual tertentu, atau mematuhi aturan-aturan lain.
Aturan dan Detail
Aturan puasa Islam telah ditetapkan dengan jelas dalam Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW. Ada pedoman yang spesifik tentang hal-hal yang diizinkan dan yang tidak diizinkan selama berpuasa. Puasa dalam agama lain mungkin ditentukan oleh ajaran agama atau tradisi tertentu, namun detail dan aturan mungkin bervariasi.
Tujuan dan Makna
Puasa dalam Islam tidak hanya sebagai bentuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga memiliki tujuan spiritual untuk memperkuat ketaqwaan dan koneksi dengan Allah. Puasa dalam agama lain mungkin memiliki tujuan dan makna yang berbeda, tergantung pada ajaran dan keyakinan masing-masing. Dengan demikian, puasa dalam Islam memang memiliki karakteristik yang unik dan khusus, dan tata cara pelaksanaannya sangat diatur oleh ajaran Islam yang diteruskan melalui Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.