Frensia.id- Tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Kavaleri Indonesia pada setiap tahunnya. Hari dimana pasukan masyarakat mulai berbaris melawan penjajah. Cikal bakal dari barisan tersebut, menjadi dasar kelompok-kelompok angkatan bersenjata Indonesia hingga saat ini.
Setidaknya dari barisan tersebut, lahir dua kelompok TNI yang siap sedia dan kapan saja dibutuhkan untuk mempertahankan bangsa ini. Adapun keduanya adalah sebagaimana berikut ini;
Batalion Kavaleri (Yonkav)
Batalyon Kavaleri (Yonkav) merupakan satuan pasukan kavaleri di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berbeda dengan Batalyon Infanteri, Yonkav tidak memiliki jumlah personel yang tetap antara 600-1000 orang.
Sebagaimana dilansir oleh Indomiliter, Ukuran Yonkav biasanya ditentukan oleh jumlah kendaraan yang dimiliki, seperti jumlah tank atau panser. Contohnya, dalam Batalyon Kavaleri di lingkungan Kostrad, satu peleton kavaleri mungkin terdiri dari 3 tank FV 101 Scorpion dan 1 tank Stormer APC.
Tiga peleton membentuk satu kompi, dan akhirnya tiga kompi membentuk satu batalyon. Kavaleri dikenal dengan penggunaan kuda dalam pertempuran aslinya.
Namun, seiring perkembangan zaman, kendaraan tempur seperti tank, panser, dan lainnya, kini menjadi peralatan standar yang digunakan oleh kavaleri. Pembinaan Kesatuan Kavaleri menjadi tanggung jawab Pussenkav TNI AD, yang bertugas menyelenggarakan pembinaan fungsi kesenjataan kavaleri, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, serta pengembangbiakan kuda militer di lingkungan Angkatan Darat.
Semua ini dilakukan untuk membangun kemampuan dan kekuatan kesenjataan kavaleri serta membina satuan kavaleri dengan optimal.
Dilansir juga dalam laman militer.co.id, menyatakan bahwa unsur persenjataan utama dalam Batalyon Kavaleri (Yonkav) terdiri dari dua jenis kendaraan, yaitu tank dan panser. Terdapat Yonkav yang memiliki persenjataan khusus untuk panser (Yonkav Panser) atau khusus untuk tank (Yonkav Tank), dan ada pula yang merupakan gabungan dari keduanya (Yonkav Serbu).
Sebagai contoh, Yonkav 1/Tank Kostrad merupakan contoh Yonkav yang fokus pada persenjataan tank saja. Di sisi lain, Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya khusus dipersenjatai dengan panser.
Sementara Yonkav 9/Serbu (Kodam Jaya) dan Yonkav 4/Serbu (Kodam III/Siliwangi) adalah contoh Yonkav yang merupakan gabungan dari tank dan panser. Meskipun demikian, Yonkav yang memiliki unsur gabungan antara panser dan tank adalah bentuk yang paling umum di TNI AD.
Selain Yonkav, terdapat juga satuan kavaleri lain dalam bentuk Kompi Kavaleri yang berdiri sendiri atau dalam bentuk Detasemen Kavaleri di lingkungan TNI AD. Ini menunjukkan variasi dalam organisasi dan persenjataan satuan kavaleri untuk memenuhi kebutuhan dan tugas yang berbeda-beda.
Batalyon Kavaleri Marinir
Kelompok ini adalah Resimen Kavaleri 1/Marinir, atau yang dikenal dengan sebutan Menkav 1/Marinir, merupakan salah satu Komando Pelaksana (Kolak) dari Pasukan Marinir 1.
Menkav 1/Marinir memiliki markas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan memegang peran penting sebagai satuan tempur, baik dalam operasi militer maupun latihan khususnya sebagai unsur satuan pemukul dan pendarat dalam suatu operasi pendaratan.
Sebelumnya, satuan ini awalnya dikenal sebagai Detasemen Kavaleri dan berkembang menjadi Resimen Kavaleri 2-Marinir, sebagaimana tercantum dalam Surat Panglima TNI No. B/300-80/01/Sru tanggal 29 Januari 2004, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Skep Kasal) No Skep/03/II/2004 pada tanggal 13 Februari 2004.
Dilansir dalam laman Antara Jatim, bahwa Menkav 1/Marinir berada di bawah kendali Pasukan Marinir 1. Kavaleri Marinir ini mulai beroperasi sejak tanggal 17 Oktober 1961. Sebelum menjadi Resimen Kavaleri Marinir, satuan ini sebelumnya bergabung dengan Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) hingga tahun 2000. Transformasi dan perkembangan satuan ini mencerminkan adaptasi dan evolusi dalam struktur organisasi TNI AL, khususnya di lingkungan Pasukan Marinir.
Secara garis besar, Kavaleri dalam Korps Marinir TNI AL memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan Kavaleri TNI AD. Ciri yang dapat dilihat secara langsung adalah penggunaan Baret Ungu oleh unsur Kavaleri, yang menyatu dengan unsur Infanteri, Artileri, Zeni, dan Bantuan Tempur (Banpur) yang juga menggunakan warna baret serupa.
Dalam struktur Korps Marinir TNI AL, hingga saat ini, Kavaleri dibagi menjadi 2 Resimen Kavaleri (Menkav). Setiap Resimen Kavaleri terdiri dari 3 Batalyon, yaitu Batalyon Tank Amfibi (Tankfib), Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Ranratfib), dan Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa). Struktur ini mencerminkan spesifikasi dan keahlian khusus Kavaleri Marinir dalam konteks amfibi, yang memungkinkan mereka untuk beroperasi di lingkungan darat dan air dengan kemampuan pendaratan amfibi. Baret Ungu menjadi identitas visual yang menandakan peran khusus dan keunikan Kavaleri dalam Kontingen Marinir.