Frensia.id – Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia menyampaikan tanggapannya terhadap sikap Barat yang dinilai bungkam terkait dugaan pelanggaran integritas teritorial Rusia.
Hal ini disampaikan Sergey Lavrov saat menjawab pertanyaan media dalam wawancara dengan saluran televisi Izvestia di Baku pada 19 Agustus 2024.
Sergey Lavrov menegaskan bahwa Barat selalu menyebarkan kebohongan dan pesan yang beragam terkait situasi di Ukraina.
“Mereka selalu menyebarkan kebohongan dan pesan yang beragam,” ucap Menteri Luar Negeri Rusia.
Lavrov menyoroti pernyataan dari sejumlah pejabat di Washington, London, dan beberapa ibu kota Eropa yang terkesan membiarkan Ukraina untuk memutuskan cara mempertahankan kedaulatannya.
“Pada saat yang sama, ada pula pejabat di Washington, London dan beberapa ibu kota Eropa lainnya yang mengatakan bahwa terserah kepada Ukraina untuk memutuskan cara mempertahankan kedaulatannya,” ucapnya.
Menurutnya Jerman lepas tangan atas senjata yang mereka kirimkan ke Ukraina dengan alasan yang tak masuk akal.
“Pikak Jerman mengatakan bahwa setelah mereka mengirim senjata ke Ukraina, Ukraina mengambil alih kepemilikan senjata tersebut, sehingga mereka tidak lagi terlibat dalam penggunaan senjata tersebut,” tegasnya.
Menurut Lavrov, sikap Barat yang semakin putus asa ini menunjukkan kegagalan Vladimir Zelensky dalam melaksanakan misinya sebagai pemimpin Ukraina.
“Hingga taraf tertentu, hal ini menunjukkan fakta bahwa Barat menjadi semakin putus asa, sementara Vladimir Zelensky gagal melaksanakan misinya,” ucap Lavrov pada 19/08/2024.
Ia juga menyampaikan bahwa para pemimpin Ukraina sendiri menjadi putus asa, dengan upaya untuk mencari pengganti mereka yang sudah dimulai.
“Hal ini juga membuat para pemimpin Ukraina putus asa dengan upaya yang sudah berlangsung untuk mencari pengganti mereka,” jelas Menteri Luar Negeri Rusia.
Lavrov juga menambahkan bahwa dukungan yang diberikan pada Zelensky baik dari media Jerman dan AS sudah ditarik.
“Media Jerman dan Amerika Serikat mulai menarik dukungannya terhadap Zelensky dengan menggambarkannya sebagai pecundang,” ujar Sergey Lavrov.
Lavrov menilai hal ini sebagai tanda bahwa Barat terus meragukan kemampuan Zelensky dalam menghadapi situasi di Ukraina.