Sergey Lavrov: Keberadaan Pasukan Militer Barat di Ukraina Telah Berlangsung Lama

Selasa, 29 Oktober 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Sergey Lavrov: Keberadaan Pasukan Militer Barat di Ukraina Telah Berlangsung Lama" edit by Frensia

Frensia.id – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan bahwa keterlibatan pasukan militer Barat di Ukraina bukanlah hal baru dan telah berlangsung cukup lama.

Hal ini seperti pernyataan Sergey Lavrov saat menanggapi pertanyaan media terkait rumor pengerahan pasukan Korea Utara ke Ukraina dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Kuwait, Abdullah Ali Al-Yahya, di Moskow pada tanggal 28 Oktober 2024.

Lavrov menyebut bahwa Vladimir Putin telah beberapa kali menyampaikan data spesifik mengenai keberadaan personel militer Barat yang aktif membantu angkatan bersenjata Ukraina.

Menurutnya, kehadiran pasukan ini meliputi tentara bayaran dan sukarelawan asing yang memberikan dukungan dalam bentuk instruksi operasional hingga bantuan teknis.

“Sudah ada tentara bayaran dan sukarelawan di Ukraina. Selain itu, terdapat instruktur militer yang sangat diperlukan oleh Ukraina untuk mengoperasikan sistem jarak jauhnya sendiri, terlebih untuk mengoperasikan senjata jarak jauh Barat,” ujar Sergey Lavrov.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Lavrov menegaskan bahwa Ukraina tidak memiliki kapasitas untuk menggunakan sistem rudal atau mengakses data pengintaian ruang angkasa tanpa bantuan spesialis Barat.

Hal ini, menurut Lavrov, menguatkan fakta bahwa pasukan militer Barat secara aktif terlibat dalam konflik Ukraina melalui apa yang disebutnya sebagai perang hibrida yang dilakukan oleh NATO dan Uni Eropa terhadap Rusia.

Mengenai rumor terkait dukungan dari Korea Utara, Lavrov menekankan bahwa hubungan antara Rusia dan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) bersifat terbuka dan transparan.

Ia menegaskan bahwa perjanjian kerja sama strategis antara kedua negara, yang dikenal dengan nama Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif, tidak melanggar hukum internasional.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

“Ini adalah perjanjian terbuka, dan teksnya tersedia untuk publik. Di dalamnya terdapat ketentuan mengenai bantuan timbal balik apabila salah satu pihak diserang,” ungkap Sergey Lavrov.

Lavrov menilai bahwa tuduhan dari negara-negara Barat terhadap Rusia adalah upaya mencari pembenaran atas kehadiran pasukan mereka di Ukraina, yang dianggapnya sebagai tindakan tanpa dasar hukum yang jelas.

“Ini hanyalah upaya Barat untuk mencari pembenaran retroaktif atas apa yang sebenarnya sudah terjadi,” ujar Lavrov pada tanggal 28/10/2024.

Pernyataan Lavrov ini memperkuat pandangan Rusia bahwa intervensi militer Barat di Ukraina adalah bagian dari konflik yang lebih luas antara Barat dan Rusia, dengan Ukraina sebagai medan tempurnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB