Sergey Lavrov Tantang Investigasi Independen atas Insiden Bucha dan Kasus Navalny

Monday, 30 September 2024 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Sergey Lavrov Tantang Investigasi Independen atas Insiden Bucha dan Kasus Navalny" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mempertanyakan kembali narasi yang beredar mengenai peristiwa Bucha dan kasus Alexey Navalny dalam sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan Sergey Lavrov ini diungkapkan sebagai jawaban atas pertanyaan media Pekan Tingkat Tinggi sesi ke-79 majelis umum PBB di New York pada tanggal 28 September 2024.

Lavrov menuding adanya ketidakjelasan dan kekurangan bukti dalam kedua kasus tersebut, seraya mengajak media internasional untuk melakukan investigasi mendalam.

Dalam pertanyaannya, Lavrov membahas peristiwa Bucha, di mana ia menyatakan Rusia telah dituduh melakukan kejahatan setelah penarikan pasukannya.

“Kami meninggalkan Bucha sebagai isyarat niat baik, namun dua hari kemudian, media menayangkan gambar-gambar mayat yang seolah-olah kami yang bertanggung jawab,” ungkap Lavrov.

Baca Juga :  Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Ia menambahkan bahwa tuntutan untuk investigasi terhadap insiden tersebut tidak pernah dijawab, dengan alasan bahwa informasi tersebut bersifat rahasia atau diabaikan.

Mengenai kasus Navalny, Lavrov menegaskan bahwa Rusia telah kooperatif dengan pemerintah Jerman.

“Kami mengizinkan pemindahan Navalny ke Jerman tanpa hambatan. Namun, ketika kami meminta hasil tes yang membuktikan ia diracuni, kami diberitahu bahwa hal itu adalah rahasia dan tidak bisa dibagikan,” kata Lavrov pada tanggal 28/09/2024.

Menurut Lavrov, situasi serupa juga terjadi pada kasus Sergei Skripal di Salisbury, di mana permintaan resmi untuk informasi dari otoritas Inggris tidak pernah direspons.

“Setiap kali terjadi insiden yang melibatkan Rusia, media barat cepat menuduh kami, namun ketika kami minta bukti atau lebih banyak informasi, jawabannya selalu keheningan,” ucap Lavrov.

Baca Juga :  Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Lavrov menekankan bahwa Rusia terus berupaya mendapatkan transparansi dan kebenaran dari Barat, namun seringkali menghadapi hambatan.

“Kami tidak akan berhenti berbicara tentang Bucha, Navalny, dan isu-isu lainnya. Kami menuntut kebenaran dan mengajak para profesional media untuk tidak hanya menerima narasi sepihak,” tegasnya.

Penekanan Lavrov pada kebutuhan investigasi independen dan jurnalistik menunjukkan ketegangan yang berkelanjutan antara Rusia dan Barat mengenai berbagai isu geopolitik.

Di hari yang sama, Lavrov juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk membahas isu-isu tersebut lebih lanjut, mencari dukungan untuk pendekatan yang lebih objektif dan terbuka dalam menyelesaikan konflik internasional.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Baca Lainnya

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

TERBARU

Educatia

Jelang Hari Raya, Laka Depan Antar Pemotor Terjadi di Jember

Thursday, 19 Mar 2026 - 23:38 WIB