Frensia.id- Sesuai target, Tim nasional (Timnas) Indonesia mencetak sejarah. Semalam pasukan muda U19 jadi raja, memenangkan Piala AFF 2024. Ternyata, capaian ini telah direncanakan oleh Ratu Tisha.
Tentu semua para pencinta sepak bola Indonesia mengakui capaian ini merupakan peran banyak pihak. Mulai dari Presiden RI Joko Widodo, Erick Thohir, Pelatih, para pemain serta PSSI.
Walaupun demikian yang tidak boleh dilupakan, di dalamnya juga ada perempuan cantik yang saat ini menjadi Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha. Ia memiliki kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek yang mendukung kesuksesan Timnas U19.
Dedikasinya dalam memajukan sepak bola Indonesia terlihat dari upayanya dalam membenahi organisasi PSSI, meningkatkan kualitas pelatihan, dan menciptakan program pengembangan pemain muda yang berkelanjutan. Ia bahkan tercatat terlibat dalam mengelola aspek-aspek administratif dan strategis yang diperlukan untuk memastikan persiapan dan performa Timnas U23 berjalan dengan baik.
Tidak mengherankan, jika nitizen ramai menyebut namanya juga saat Timnas Garuda muda resmi juara semalam. Mereka tidak hanya bangga pada pemain di lapangan, namun juga banyak yang mendeteksi hal demikian tidak terlepas dari peran perempuan cantik asal ini.
“Indonesia U19 Juara, Ratu Tisha Juga”, catat akun centang biru yang memakai nama @SiaranBolaLive pada media X, 29/07/2024.
Bahkan ada yang berpikiran, sosoknya dapat menjadi calon ketua PSII.
“Menurutmu jika “Ratu Tisha For Ketum PSSI”? 🤔, Atau balik milih edy rahmayadi lagi 🤭”,tulis akun @cosplaysuck.
Ternyata ramainya nama Ratu Tisha disebut oleh nitizen karena memang perannya selama ini di PSII, banyak yang memperhatikan. Dari pantauan Frensia.id dari laman bola.net, perempuan kelahiran tahun 1985 ini pernah menargetkan olimpiade Asia tahun ini.
Pada 2019 lalu, Ratu Tisha berkunjung ke kantor KLY Sport. Dalam kapasitasnya sebagai Sekjen PSSI, ia pernah menyampaikan presentasi program pembinaan usia muda dan target lolos ke Olimpiade 2024. Tampak prestasi ini memang merupakan targetnya.
Rencana untuk menggapainya, dilakukan dengan menguatkan pembinaan usia muda tim nasional yang kompetitif dan berprestasi di kancah internasional.
“kami punya program Elite Pro Academy (EPA) dan Garuda Select yang dibangun selama delapan tahun ke depan”, katanya kala itu.