Sunset dan Rosie adalah salah satu karya Darwis Tere Liye yang menjadi best seller. Novel yang mempunyai ketebalan 426 halaman ini pertama kali dicetak pada tahun 2011 oleh Mahaka Publishing.
Judul dari cetakan terbaru merupakan retitle dari yang sebelumnya, yaitu Sunset Bersama Rosie. Seperti karya Tere Liye lainnya, novel yang bergenre romansa ini hadir dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Dalam novelnya Tere Liye menceritakan kelanjutan dari kisah hidup seseorang laki-laki bernama Tegar setelah ia ragu dengan dirinya sendiri untuk mengambil keputusan, mengungkapkan rasa cintanya kepada teman kecilnya bernama Rosie.
Keraguan tersebut menjadikan Tegar terus menunda untuk mengungkapkan perasaannya hingga pada akhirnya, ia harus menerima dengan penuh penyesalan ketika temannya yang bernama Nathan lebih dulu mengungkapkan perasaannya kepada Rosie saat mendaki gunung Rinjani di suatu sore ketika mentari hampir tenggelam.
Berdasarkan latar rasa kecewa dan penyesalan yang dialami oleh Tegar, dari sinilah cerita Tere Liye dengan alur yang menyentuh hati, sistematis dan menarik berlangsung.
Beberapa bulan setelah kejadian di puncak Rinjani, Nathan dan Rosie memutuskan untuk menikah sedangkan Tegar secara tiba-tiba menghilang.
Lima tahun berjalan, dikabarkan Tegar merantau ke Jakarta untuk bekerja. Rosie dan Nathan sudah dikaruniai dua orang putri. Awalnya Tegar menolak takdir yang ia terima sampai kemudian dengan penuh kesadaran dan kelapangan ia akhirnya menerima. Pertemanan antara tiga orang tersebut kembali terjalin, sekalipun Nathan dan Rosie tidak mengetahui apapun yang terjadi dalam diri Tegar.
Tere Liye dalam mengatur plotnya, menggunakan historical fiction, relasi antara ketiga orang tersebut berubah total dengan adanya bom Bali. Dimana kejadian tersebut menewaskan Nathan, sedangkan Tegar pada waktu itu berada di Jakarta. Rosie sendiri mengalami luka yang cukup parah dan membutuhkan perhatian khusus.
Disinilah peran Tegar muncul dan hubungan antara dirinya dengan Rosie kembali terbuka setelah teman kecil yang gagal ia lamar menjadi janda.
Mendengar kabar tersebut Tegar secara spontan dari Jakarta langsung pergi ke Bali. Ia merawat Rosie dan anak-anaknya, yang kala itu sudah berjumlah empat dengan penuh kasih sayang.
Status Tegar pada waktu itu sudah mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan seorang perempuan bernama Sekar.
Melihat kondisi tersebut, penulis best seller ini mengatur ceritanya dengan cara lebih memihak untuk memenangkan cinta lama Tegar dengan Rosie.
Perawatan dan perhatian secara intensif selama dua tahun yang diberikan oleh Tegar menjadikan hubungannya dengan Sekar semakin renggang sedangkan dengan Rosie dan anak-anaknya semakin erat. Sampai akhirnya cinta lama lah yang dimenangkan.
Tegar gagal menikah dengan Sekar dan justru merajut kembali puing-puing cintanya dengan Rosie yang dulu gagal bersemi dan terlanjur dikubur dalam-dalam.
Pesan yang ingin diketengahkan oleh penulis cukup menarik, Tere Liye secara tidak langsung menampilkan kesalahan terbesar yang dimiliki figur utama, yaitu Tegar berupa terlambatnya dalang jangka waktu beberapa menit hingga akhirnya ia mesti didahului oleh Nathan diatas puncak Rinjani.
Padahal Tegar sendiri sebagai teman dekat Rosie mempunyai kesempatan yang sangat banyak, hanya saja ia terus saja ragu. Keraguan disini dapat diartikan dengan sebuah kesalahan terbesar yang ia lakukan dan pada akhirnya ia mesti menebusnya dengan menunggu selama belasan tahun dan mendapati Rosie dengan status janda beranak empat.
Disisi yang lain lewat sosok Tegar pula, pembaca mendapati sosok laki-laki yang cukup langka. Bagaimana ia mampu merawat rasa cintanya pada Rosie selama belasan tahun bahkan tidak mempan dengan hadirnya orang lain.
Perasaan yang ia miliki kepada Rosie masih tetap sama, mulai dari kecil hingga statusnya menjadi janda. Termasuk pada saat ia kecewa yang mana menjadi proyeksi akan rasa yang masih utuh. Dari sini pembaca bisa menyimpulkan sendiri sesuai dengan persepsinya masing-masing akan sosok Tegar, apakah dirinya memang benar-benar mempunyai cinta yang serius ataukah bodoh.