Telegram Kuatkan Demokrasi, Namun Ditekan Berbagai Negara

Saturday, 20 April 2024 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Telegram Kuatkan Demokrasi (Sumber: Ilustrasi Freepik)

Gambar Telegram Kuatkan Demokrasi (Sumber: Ilustrasi Freepik)

Frensia.id- Telegram semakin unjuk gigi dalam bersaing dengan platform media populer lain. Walaupun pemakainya masih jauh di bawah Whatsapp, FB dan instagram, namun telegram paling menjunjung tinggi kebebesan berpendapat.

Pavel Durov, dang pendiri, meyakini aplikasi Telegram diperkirakan akan mencapai pencapaian penting dalam waktu dekat. Pesaing berat WhatsApp itu mengklaim bahwa mereka akan mencapai 1 miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu singkat.

Dilansir dari Routers dan CNBC, Durov sangat percaya diri, sebab penguna aktifnya meningkat secara signifikan.

Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar pada tahun ini,” ujarnya pada Routers 18/04/2024.

Telegram didirikan oleh Durov. Ia adalah seorang pengusaha Rusia yang berbasis di Dubai. Diceritakan bahwa dirinya keluar dari Rusia karena VK, medianya yang kala itu dirintis, disengkarakan oleh Rusia.

Pada tahun 2014, Durov meninggalkan Rusia setelah menolak permintaan untuk memblokir suara komunitas oposisi di platform media sosial VK miliknya. Media tersebut yang akhirnya dijual dan ia memutuskan untuk mendirikan Telegram.

Purov tampak benar-benar ingin mengembangkan telegram sebagai media yang paling menghargai kebebasan berpendapat. Namun, ia mengaku dirinya telah menerima tekanan dari beberapa negara.

Baca Juga :  Bupati Fawait sebut UMKM Pahlawan Penyelamat Ekonomi Nasional

Walaupun demikian, ia tetap teguh dan menegaskan Telegram yang kini memiliki 900 juta pengguna aktif akan terus menjadi platform netral yang tidak akan pernah terlibat dalam konflik geopolitik.

Hal ini juga yang menjadi daya tarik platform tersebut untuk digunakan lebih banyak orang di seluruh dunia. Sebagaimana dalam Laporan Financial Times pada Maret bulan lalu yang menggambarkan Telegram bisa jadi akan melantai di bursa AS.

Beberapa kasus intervensi negara-negara yang mashur, diantaranya, saat Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 lalu. Telegram dianggap sebagai salah satu sumber informasi yang tak menyaring konten-konten berbahaya. Bahkan dinilain memuat konten bermuatan disinformasi.

Bahkan dalam Pear Research Center, Telegram dianggap sebagai platform media sosial alternatif. Platform ini telah memainkan peran penting sebagai alat komunikasi bagi jurnalis dan warga sipil di zona konflik.

Namun, telagram tidak luput dari kontroversi. Mereka telah menghadapi tekanan untuk menghapus konten “sayap kanan” di Jerman dan melarang saluran pro-ISIS di Indonesia.

Durov menjamin sistem enkripsi pada Telegram akan membuat pertukaran informasi di dalamnya benar-benar terlindungi dan bebas intervensi pemerintah.

Saya lebih baik bebas ketimbang tunduk pada perintah siapa pun,” tuturnya dilansir CNBC.

Baca Juga :  Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan

Visi tersebut tentu tidak mudah. Menurut Durov, ada berbagai cara yang dilancarkan pemerintah untuk mengelabui enkripsi Telegram. Salah satunya datang dari FBI.

Salah satunya,FBI pernah mencoba merekrut engineer Telegram untuk membobol backdoor platformnya. Namun FBI tak berkomentar apa-apa soal tudahan Durov tersebut.

Bahkan ia juga mengaku tekanan untuk menjunjung kebebasan perbedapat dan berkekspresi sebenarnya tak hanya datang dari pemerintah. Tantangan itu justru lebih banyak datang dari rivalnya seperti Apple dan Alphabet.

Dua platform tersebut benar-benar bisa menyensor apa saja yang Anda baca, serta mengakses semua yang ada di smartphone Anda,” katanya.

Saat ini Durov memilih berdomisili di Dubai karena menurutnya Uni Arab Emirat adalah negara netral yang ingin berteman dengan siapa saja dan tak berafiliasi dengan pemerintahan superpower. Saat ini ia merasa sangat aman menjalankan perusahaan dengan netralitas kuat di negara ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah
Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio
Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan, Targetkan 10.000 Peserta
Bupati Jember Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Layanan Publik saat Peringati HUT ke 81 RI
Dishub Jember akan Berlakukan Kembali Parkir Berlangganan
Respons Ketua DPRD Jember soal Pemberlakuan Kembali Parkir Berlangganan: Harapan Baru Pendapatan Daerah
Bupati Fawait Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Merata
Fraksi Gerindra Minta Dana Pembangunan Pemkab Jember Merata hingga Pelosok Desa

Baca Lainnya

Tuesday, 18 August 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah

Tuesday, 18 August 2026 - 17:41 WIB

Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Monday, 17 August 2026 - 17:30 WIB

Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan, Targetkan 10.000 Peserta

Monday, 17 August 2026 - 17:20 WIB

Bupati Jember Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Layanan Publik saat Peringati HUT ke 81 RI

Saturday, 15 August 2026 - 00:20 WIB

Dishub Jember akan Berlakukan Kembali Parkir Berlangganan

TERBARU

Gambar Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio (Sumber: Suarasurabaya.net)

Politia

Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Tuesday, 18 Aug 2026 - 17:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading