Tempat Bersejarah, Jejak Asmara Soekarno Dengan Putri Bapak Kostnya

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tempat Bersejarah, Jejak Asmara Soekarno Dengan Putri Bapak Kostnya (Sumber: Istimewa)

Gambar Tempat Bersejarah, Jejak Asmara Soekarno Dengan Putri Bapak Kostnya (Sumber: Istimewa)

Frensia.Id- Tempat bersejarah, terletak di jalan Peneleh VII No. 29-31 Surabaya. Di tempat ini, pernah terjadi jalinan kasih Soekarno dan anak pak kostnya, Hadji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto.  

Oetari seorang gadis cantik, putri dari pimpinan Sarekat Islam, pernah menjadi Istri Soekarno. Pernikahan ini terjadi pada tahun 1921. Ketika Soekarno masih berusia muda dan baru saja menyelesaikan pendidikannya di Surabaya.

Kala itu, ayah Oetari, adalah tokoh pergerakan nasional yang sangat dihormati dan menjadi guru bagi Soekarno. Sedangkan ibunya, sedang sakit.

Soekarno sendiri tinggal di rumah tersebut, yang sekaligus tempat diskusinya. Kedekatan Soekarno dengan ibu Kostnya, istri HOS Tjokroaminoto, sangat erat. Terbukti, ia sangat simpatik padanya.

Rasa simpatinya, ia tunjukkan dengan menikahi Oetari, putri sang ibu kost. Pernikahan pun terjadi pada usia Oetari yang masih sangat belia. Umurnya, 16 tahun dan Soekarno telah 20 tahun.

Baca Juga :  Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

Gelar pernikahan dilaksanakan sukses dilaksanakan di Kos-kosan itu. Oetari resmi menjadi istri pertama Soekarno.

Namun, pernikahan antara Soekarno dan Oetari tidak seperti pernikahan pada umumnya. Soekarno mengakui bahwa pernikahan ini lebih sebagai bentuk penghormatan dan rasa kasihan terhadap Tjokroaminoto yang telah banyak berjasa dalam hidupnya. Soekarno menyebutnya sebagai “kawin gantung“.

Pernikahan tersebut, dapat dikatakan tanpa kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Mereka tidak pernah hidup bersama sebagai suami istri, dan akhirnya, pernikahan ini berakhir.

Kisah ini menggambarkan betapa kompleksnya kehidupan pribadi Soekarno, yang diwarnai oleh berbagai pengorbanan dan keputusan yang diambil demi kepentingan yang lebih besar. Keputusannya untuk menikah dengan Oetari menunjukkan dedikasinya terhadap gurunya dan perjuangan nasional, meskipun hal itu berarti mengorbankan kebahagiaan pribadinya.

Baca Juga :  Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Pernikahan ini juga menunjukkan sisi lain dari Soekarno, yaitu bagaimana ia menghormati dan menghargai orang-orang yang berjasa dalam hidupnya. Hal ini sejalan dengan semangatnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, di mana ia selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadinya.

Kisah ini adalah bagian dari perjalanan hidup Soekarno yang penuh dengan liku-liku, termasuk dalam aspek pribadi dan politiknya.

Kos-kosan bersejarah HOS Tjokroaminoto, dengan pengalaman ini, tentu juga membentuk karakter dan pandangan hidup Soekarno.  Yang pada akhirnya, ia mampu menjadi pemimpin besar dan proklamator kemerdekaan Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB