Tentang Internet Gratis, Ganjar Anggap “Sadis” Statement Prabowo

Monday, 5 February 2024 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar Akun Resmi KPU RI

Tangkapan Layar Akun Resmi KPU RI

Frensia.id-Ganjar Pranowo mempertanyakan tentang statement Prabowo tentang Internet gratis dalam debat Capres-cawapres kelima kemarin,04/02/2024.

Ia mengungkit video Pidato Prabowo yang berbicara tentang orang yang suka internet gratis. Menurutnya kejadiannya terjadi pada tanggal 20 Januari di Pontianak.

Kala itu diduga Capres 02 itu mengatakan bahwa orang yang menginginkan internet gratis, otaknya lambat. Padahal Cawapresnya, Gibran Rakabumi sejak awal mencanangkan digitalisasi.

“Padahal dengan internet gratis dan coveragenya dapat mengatasi kesenjangan…. Pertanyaan saya kepada pak Probowo, setuju tidak bapak, untuk memperbaiki ketimpangan digital ini dan bagaimana caranya?”, tanya Ganjar.  

Baca Juga :  Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”

Menanggapi hal ini, Prabawo menjelaskan bahwa kemungkinan Ganjar melihat videonya terpotong. Ia mengklarifikasi bahwa pidatonya kala itu membandingkan antara makan gratis dan internet gratis.

“Yang saya katakan adalah yang mana yang lebih penting, internet gratis atau makan gratis, untuk orang yang sedang susah….. Kalau internet gratis, ya saya setuju. Tapi jangan internet gratis lebih dipentingkan dari makan gratis”, klarifikasinya.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar mengatakannya bahwa rekam jejak video itu telah jelas. Walaupun Prabowo mengklarifikasinya, dianggapnya percuma. Masyarakat sudah tahu itu.

Baca Juga :  DPRD Jember Dorong Adanya Klarifikasi Dugaan Disiplin ASN Pemkab Jember

“Jejak digital tidak akan pernah hilang pak Probowo. Rasa-rasanya di publik sudah lewat… Kalu kita berbicara, yang pilih internet gratis otaknya lambat. Saya kira statement itu sangat sadis”, Feedback Ganjar pada penjelasan Prabowo.

Namun, Prabowo tetap pada pendirianya, ia tegaskan tidak menolak internet gratis. “makan gratis diprioritaskan, bukan berarti internet gratis tidak penting”. Kemudian ia berjanji kalau terpilih akan membawa internet gratis ke seluruh wilayah di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg
Pemkab Jember Perluas Layanan Kesehatan Gratis se-Jawa Timur, Targetkan 10.000 Pasien
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember Ajak Anggota Dewan Kembalikan Citra Legislatif di Hari Parlemen Nasional
Pemkab Jember Terapkan WFH Imbas Antrean BBM
Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta
Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek
Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Kunjungi Warga Penerima Layanan Homecare
Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Baca Lainnya

Saturday, 17 October 2026 - 23:50 WIB

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Friday, 16 October 2026 - 22:34 WIB

Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember Ajak Anggota Dewan Kembalikan Citra Legislatif di Hari Parlemen Nasional

Friday, 16 October 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Jember Terapkan WFH Imbas Antrean BBM

Thursday, 15 October 2026 - 19:19 WIB

Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta

Thursday, 15 October 2026 - 18:37 WIB

Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek

TERBARU

patung satoshi nakamoto

Economia

Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto

Monday, 19 Oct 2026 - 13:30 WIB

(Tengah memakai peci hitam) Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat setelah menggelar acara Bakti Sosial Kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Saturday, 17 Oct 2026 - 23:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading