Frensia.id – Tiongkok membantah Amerika Serikat yang mengungkapkan dugaannya tentang kebocoran laboratorium sebagai asal penyebab COVID-19.
Hal ini seperti disampaikan Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang dengan tegas membantah laporan yang dirilis oleh Subkomite DPR AS untuk Pandemi Virus Corona.
Dalam konferensi pers reguler pada 3 Desember 2024, Lin menyebut laporan tersebut sebagai upaya untuk memfitnah dan menjebak Tiongkok dengan tuduhan tak berdasar.
“Laporan yang dibuat AS itu, tanpa disertai bukti substansial, menghasilkan kesimpulan yang sugestif dan salah arah untuk menjebak dan menjelek-jelekkan Tiongkok,” ujar Lin.
Ia menilai laporan tersebut hanya merupakan pengulangan taktik lama untuk mempolitisasi isu penelusuran asal-usul COVID-19.
Menurut Lin, penelusuran asal-usul pandemi adalah isu ilmiah yang serius dan tidak boleh digunakan untuk manipulasi politik.
“Dalam semangat ilmu pengetahuan, keterbukaan, dan transparansi, Tiongkok telah aktif mendukung dan berpartisipasi dalam penelusuran asal-usul berbasis ilmu pengetahuan global,” tambahnya.
Lin juga mengutip kesimpulan dari misi gabungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Tiongkok yang dilakukan di Wuhan, tempat pandemi pertama kali terdeteksi.
Dalam misi tersebut menghasilkan bahwa sangat tidak mungkin pandemi disebabkan oleh kebocoran laboratorium.
Jubir Kemenlu Tiongkok menegaskan bahwa kesimpulan itu didasarkan pada penelitian ilmiah yang mendalam dan telah diakui secara luas oleh komunitas internasional.
Juru bicara itu juga meminta Amerika Serikat untuk berhenti mempolitisasi penelusuran asal-usul COVID-19 dan berhenti menjadikan Tiongkok sebagai kambing hitam.
“AS perlu segera menghentikan politisasi dan penggunaan penelusuran asal-usul sebagai senjata,” tegas Lin Jian pada 03/12/2024.
Lebih lanjut, Lin mendesak AS untuk membuka diri terkait pertanyaan global tentang dugaan kasus awal di negara tersebut.
Ia juga meminta transparansi atas aktivitas di Fort Detrick dan laboratorium biologi AS lainnya.
“Tiongkok menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami asal-usul pandemi, sementara politisasi hanya akan menghambat upaya global untuk mencegah wabah di masa depan,” tutup Lin.
Pernyataan ini menjadi respons terbaru Tiongkok atas tuduhan yang terus dilayangkan terkait asal-usul COVID-19, memperlihatkan ketegangan yang terus berlangsung antara kedua negara dalam isu kesehatan global.