Tiongkok Bantah AS tentang Kebocoran Laboratorium sebagai Asal COVID-19

Rabu, 4 Desember 2024 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar

Gambar "Tiongkok Bantah Laporan AS tentang Kebocoran Laboratorium Sebagai Asal COVID-19" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Tiongkok membantah Amerika Serikat yang mengungkapkan dugaannya tentang kebocoran laboratorium sebagai asal penyebab COVID-19.

Hal ini seperti disampaikan Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang dengan tegas membantah laporan yang dirilis oleh Subkomite DPR AS untuk Pandemi Virus Corona.

Dalam konferensi pers reguler pada 3 Desember 2024, Lin menyebut laporan tersebut sebagai upaya untuk memfitnah dan menjebak Tiongkok dengan tuduhan tak berdasar.

“Laporan yang dibuat AS itu, tanpa disertai bukti substansial, menghasilkan kesimpulan yang sugestif dan salah arah untuk menjebak dan menjelek-jelekkan Tiongkok,” ujar Lin.

Ia menilai laporan tersebut hanya merupakan pengulangan taktik lama untuk mempolitisasi isu penelusuran asal-usul COVID-19.

Menurut Lin, penelusuran asal-usul pandemi adalah isu ilmiah yang serius dan tidak boleh digunakan untuk manipulasi politik.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

“Dalam semangat ilmu pengetahuan, keterbukaan, dan transparansi, Tiongkok telah aktif mendukung dan berpartisipasi dalam penelusuran asal-usul berbasis ilmu pengetahuan global,” tambahnya.

Lin juga mengutip kesimpulan dari misi gabungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Tiongkok yang dilakukan di Wuhan, tempat pandemi pertama kali terdeteksi.

Dalam misi tersebut menghasilkan bahwa sangat tidak mungkin pandemi disebabkan oleh kebocoran laboratorium.

Jubir Kemenlu Tiongkok menegaskan bahwa kesimpulan itu didasarkan pada penelitian ilmiah yang mendalam dan telah diakui secara luas oleh komunitas internasional.

Juru bicara itu juga meminta Amerika Serikat untuk berhenti mempolitisasi penelusuran asal-usul COVID-19 dan berhenti menjadikan Tiongkok sebagai kambing hitam.

Baca Juga :  Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

“AS perlu segera menghentikan politisasi dan penggunaan penelusuran asal-usul sebagai senjata,” tegas Lin Jian pada 03/12/2024.

Lebih lanjut, Lin mendesak AS untuk membuka diri terkait pertanyaan global tentang dugaan kasus awal di negara tersebut.

Ia juga meminta transparansi atas aktivitas di Fort Detrick dan laboratorium biologi AS lainnya.

“Tiongkok menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami asal-usul pandemi, sementara politisasi hanya akan menghambat upaya global untuk mencegah wabah di masa depan,” tutup Lin.

Pernyataan ini menjadi respons terbaru Tiongkok atas tuduhan yang terus dilayangkan terkait asal-usul COVID-19, memperlihatkan ketegangan yang terus berlangsung antara kedua negara dalam isu kesehatan global.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB