Tips Memberi Nama Bayi Islami Sesuai Sunnah Nabi ala Imam Nawawi, Anies Baswedan, Ahmad Dhani, Hingga Buya HAMKA

Thursday, 25 April 2024 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Kehadiran seorang anak sangat dinanti semua pasangan yang telah melangsungkan pernikahan, karenanya dalam Islam hal ini menjadi salah satu tujuan adanya pernikahan yakni menjaga keturunan (hifdzun nasl).

Islam sebagai agama yang mengatur segala lini kehidupan juga mengatur bagaimana hak-hak anak sejak ia dilahirkan.

Dilansir Frensia.id dari Kitab Al-Adzkar karya  Abu Zakariyah Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi menjelaskan bahwa disunnahkan untuk memberikan bayi yang baru dilahirkan pada hari ketujuh dari hari kelahirannya atau pada hari saat ia dilahirkan.

Hal ini berdasarkan hadits kualitas Hasan yang diriwiyatkan oleh Imam Turmudzi:

اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّرَ بِتَسْمِيَّةِ الْمَوْلُوْدِ وَوَضْعِ الْأَذَى وَالْعَقِّ

“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW memerintahkan memberi nama kepada anak yang baru lahir pada hari ketujuh dari kelahirannya, menghilangkan kotoran darinya, dan mengorbankan akikah aqiqah baginya” (HR. At-Turmudzi)

Selanjutnya, Imam Nawawi juga mengutip hadits bahwa Rasulullah juga menganjurkan untuk memperbagus nama karena kelak di hari kiamat umat manusia akan dipanggil berdasarkan namanya dan nama bapaknya. Berdasarkan Hadits:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَاَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا اَسْمَائِكُمْ

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan ayah-ayah kalian. Oleh karena itu, perbaguslah nama kalian” (HR. Abu Daud dengan Sanad Jayyid)

Baca Juga :  Kiai-Kiai Besar Jember Antar Kepergian Prof Hepni, Sosok Rektor Yang Upayakan UIN KHAS Jadi Pusat Studi Pesantren

Adapun nama-nama bagus yang dimaksud, Imam Nawawi mengutip tiga hadits yang menyebutkan salah satu nama disukai oleh Allah SWT ialah Abdullah dan Abdurrahman.

تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى: عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقُهَا : حَارِثٌ وَهَمَّامٌ وَأَقْبَحُهَا: حَرْبٌ وَمُرَّةٌ

“Berilah nama dengan nama para nabi, dan nama yang paling disukai Allah Ta’ala ialah Abdullah dan Abdurrahman, sedangkan nama yang paling benar ialah Harits (yang rajin bekerja) dan Hammam (Yang tinggi Cita-citanya), sedangkan nama yang paling buruk ialah Harb (perang) dan Murrah (pahit).” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i dan lainnya).

Doktor Muhyiddin Dib dalam mensyarahi kitab al-Adzkar dalam kitabnya Lawaami’ al-Anwar menjelaskan bahwa paling baiknya disebutkan Hammam (yang memiliki cita-cita tinggi) ialah karena semua orang bergerak berdasarkan cita-cita, sedangkan cita-cita ialah awal dari keinginan kemudian untuk melanjutkan keinginan harus terus dijaga dengan bekerja (Harits).

Demikian juga, berdasarkan hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan nama seorang anak ialah dianjurkan mengambil nama-nama dari orang-orang terdahulu termasuk salah satunya ialah seorang nabi.

Oleh karena itu, tips dari Frensia.id dalam memberikan nama anak selain dengan mengambil dari hadits diatas, juga tidak usah-usah repot mencarikan nama dengan arti yang bagus, cukup mengambil nama para nabi, orang-orang sholeh, serta tokoh-tokoh berpengaruh, dengan harapan kelak anak-anak itu akan memiliki kesamaan sifat dan hal lainnya.

Baca Juga :  UIN KHAS Berduka, Prof Hepni Wafat

Di Indonesia banyak para tokoh yang mempraktikkan hal ini, sebut saja Anies Baswesdan yang memberikan nama anaknya dengan nama seorang nabi putra dari Nabi Ibrahim, yakni Ismail. Ismail Hakim Baswedan. Serta dengan malaikat, yakni Mikail. Mikail Azizi Baswedan

Selain itu, juga ada Ahmad Dhani yang memberikan nama tiga anaknya hasil pernikahannya dengan Maia Estianti dengan tiga tokoh yang sangat berpengaruh dalam Islam, yakni Ahmad Al Ghazali, Ahmad Jalaluddin El Rumi, dan Abdul Qadir Jaelani, dengan panggilan-panggilan yang tidak ketinggalan zaman.

Ahmad Al Ghazali, dipanggil Al, Ahmad Jalaluddin El Rumi dipanggil El, serta Abdul Qadir Jaelani dipanggil Dul.

Tips selanjutnya, dalam memberikan panggilan terhadap nama anak dapat meniru apa yang dilakukan oleh Buya HAMKA yang merupakan singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Abdullah.

Sebagai contoh, Ahmad Ali Murtadho: Ahmad nama lain Nabi Muhammad, Ali Murtadho, nama Sayyidina Ali beserta julukannya, dipanggil Aam.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

Baca Lainnya

Monday, 10 August 2026 - 01:33 WIB

Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading