Tradisi Takbiran Ummat Muslim Di Indonesia, Berikut Maknanya Menurut Akademisi!

Thursday, 11 April 2024 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Frensi.id, Takbiran Menurut Peneliti (Sumber; Freepik dan Pngtree)

Ilustrasi Frensi.id, Takbiran Menurut Peneliti (Sumber; Freepik dan Pngtree)

Frensia.id- Salah satu tradisi yang pasti ada dan menempel pada lebaran hari raya Idul Fitrih adalah takbiran. Tradisi ini bukan ajaran agama saja, namun telah menjadi adat istiadat dalam di Indonesia.

Fenomena ini sebenarnya sudah dikaji oleh beberapa akademisi. Salah satu sebagaimana yang dilakukan oleh Slamet Budi Raharjo.

Ia merupakan akademisi fakultas seni dan pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta. Penelitiannya tersebut dijadikan sebagai tugas akhir kuliahnya.

Judulnya,“Makna Fenomena Suara Takbiran Di Wilayah Kartasura”. Jadi tema besarnya, ia berupaya mengurai makna realitas suara takbir di salah satu wilayah di Indonesia.

Penelitiannya tersebut adalah berkaitan dengan fenomena Takbiran di wilayah Kartasura. Slamet Budi mengungkapkan bahwa ada beragam dimensi pemaknaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap perayaan ini.

Pemaknaan ini tercermin dalam empat dimensi makna yang berbeda, yaitu makna sosial, makna kultur budaya, makna kesan suara dan musikal, serta makna personal. Seluruhnya ia kajia dari perspektif pemikiran hermeneutik Paul Ricœur.

Baca Juga :  Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tujuannya untuk memahami dan menginterpretasikan makna-makna yang dihayati oleh masyarakat Kartasura terkait dengan Takbiran.

Berikut adalah gambaran mengenai empat dimensi makna Takbiran menurut penelitian ini,

Makna Sosial

Menurut Slamet Budi, takbiran memicu adanya banyak peristiwa sosial seperti gotong-royong di masyarakat Kartasura. Fenomena ini menunjukkan bahwa Takbiran bukan hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan dan kerjasama antarwarga dalam menjalankan aktivitas sosial bersama.

Makna Kultur Budaya

Di wilayah Kartasura, Takbiran memiliki kaitan erat dengan tradisi mudik (pulang kampung) yang dimaknai secara luas sebagai upaya untuk mengembalikan ingatan-ingatan masa lalu. Bahkan dikatakan juga dapat memperkuat ikatan emosional dengan akar budaya dan kampung halaman.

Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Makna Kesan Suara dan Musikal

Suara takbir dan aspek musikalitasnya memicu kreativitas seni dalam masyarakat Kartasura. Hal ini tercermin dalam bentuk kreativitas seni dan ekspresi yang berkembang dalam perayaan Takbiran, seperti penggunaan alat musik tradisional atau kreasi vokal yang unik.

Makna Personal

Takbiran juga memberikan ruang kreatif bagi setiap individu yang mendengarkan dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Setiap orang memiliki pengalaman dan makna pribadi yang dapat diinterpretasikan secara subjektif dalam konteks Takbiran.

Secara garis besar, penelitian Slamet Budi ini berupaya menggali beragam perspektif dan pengalaman masyarakat Kartasura terhadap Takbiran.

Hasilnya, ternyata telah melampaui sekadar aspek keagamaan. Takbiran dijadikan sebagai medium untuk menyatukan masyarakat, menghidupkan tradisi budaya, menginspirasi kreativitas seni, dan memberikan ruang untuk pengalaman pribadi yang bermakna bagi setiap individu.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut
Santri Jember Geruduk Transmart, Tuntut Trans7 Minta Maaf 7 Hari Berturut-turut di Medianya Sendiri

Baca Lainnya

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

TERBARU

Ramadhan dan Revolusi Spiritual (Sumber: Pixabay)

Kolomiah

Ramadhan dan Revolusi Spiritual

Friday, 27 Feb 2026 - 13:59 WIB

Mekkah Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Sumber: Pixabay)

Religia

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Thursday, 26 Feb 2026 - 23:19 WIB