Trauma Banjir Bandang Pakis Jember, Warga Takut Berdiam di Rumah Saat Malam

Wednesday, 4 February 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keadaan rumah yang roboh seusai diterjang banjir bandang di Panti, Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

Keadaan rumah yang roboh seusai diterjang banjir bandang di Panti, Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Luka psikis mendalam masih dirasakan Yulianti, warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Banjir bandang yang menerjang desanya pada Senin (2/2) malam lalu, menyisakan trauma yang membuat ia dan keluarga tak berani tidur di rumah sendiri.

Ibu rumah tangga ini mengisahkan detik-detik mencekam saat air sungai meluap dan menghantam permukiman. Peringatan awal datang tepat menjelang waktu Isya melalui telepon dari saudaranya yang tinggal di hulu desa.

“Saudara bilang ada banjir besar bawa kayu-kayu. Saat itu air di belakang rumah masih kecil,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Ketegangan yang paling diingat adalah usai Yulianti menunaikan salat Isya. Hanya dalam hitungan sepuluh menit, air yang awalnya tenang di belakang rumah, mendadak mengepung bagian depan rumah.

Meski ketinggian air hanya setinggi betis dewasa, Yulianti menyebut warga panik karena karakteristik air yang tidak biasa.

Baca Juga :  Okupansi Fly Jaya Penuh Saat Penerbangan Jember-Jakarta Kembali Beroperasi

“Warna airnya hitam pekat dan arusnya sangat deras. Beda dengan banjir biasa yang airnya cenderung bening,” ujarnya.

Situasi berubah menjadi kepanikan massal sekitar pukul 19.00 WIB. Suara gemuruh air disusul robohnya salah satu rumah warga memicu warga untuk menyelamatkan diri.

Yulianti bersama suami dan anggota keluarga lainnya segera mengungsi ke rumah kerabat.

“Kami masih trauma. Kalau malam tiba, rasa takut itu muncul lagi, apalagi kalau melihat warna air masih cokelat. Takut ada banjir susulan,” paparnya.

Bencana ini memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi. Bukan hanya karena kerusakan fisik, tapi juga faktor psikologis.

Selama dua hari terakhir, Yulianti mengungsi bersama tiga Kepala Keluarga (KK) lainnya, termasuk satu keluarga yang harus kehilangan anggota keluarga dalam musibah tersebut.

Baca Juga :  Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan

Uniknya, meski dihantui rasa takut, Yulianti dan warga sekitar secara tegas menolak wacana relokasi dari bantaran sungai.

“Sepertinya tidak mau (relokasi). Ini tanah kelahiran. Mengungsi ke rumah adik saja saya tidak betah, tidak bisa tidur semalaman,” jelasnya.

Sebagai solusi, warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dengan mengembalikan aliran ke posisi semula di sisi barat.

Menurut warga, setelah banjir bandang pada tahun 2022 (setelah sebelumnya juga telah terjadi banjir bandang yang sangat besar), aliran sungai bergeser ke arah timur dan kini mengancam keselamatan permukiman.

“Harapannya pemerintah bisa mengabulkan keinginan kami. Kalau sungai dikembalikan ke alur semula, dan tanggul di belakang rumah diperbaiki, insyaallah kami bisa tenang kembali,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Korban Hilang Akibat Banjir Bandang Ditemukan Tewas di Muara Pantai Pancer Puger
Tim SAR Temukan Korban Banjir Bandang Panti di Aliran Sungai Puger
Banjir Bandang Terjang Panti Jember, 1 Orang Hilang
4 Rumah Tergerus Banjir Bandang di Panti Jember
Satlantas Polres Jember Bagikan Jas Hujan Gratis di Operasi Keselamatan Semeru 2026
Tekan Angka Kecelakaan Lalin, Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru
BPBD Jember Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 10 Februari-Waspada Bencana Hidrometeorologi
Permintaan Gas LPG 3 KG di Kabupaten Jember Alami Peningkatan

Baca Lainnya

Wednesday, 4 February 2026 - 19:30 WIB

Trauma Banjir Bandang Pakis Jember, Warga Takut Berdiam di Rumah Saat Malam

Tuesday, 3 February 2026 - 21:02 WIB

Korban Hilang Akibat Banjir Bandang Ditemukan Tewas di Muara Pantai Pancer Puger

Tuesday, 3 February 2026 - 19:49 WIB

Tim SAR Temukan Korban Banjir Bandang Panti di Aliran Sungai Puger

Tuesday, 3 February 2026 - 13:02 WIB

Banjir Bandang Terjang Panti Jember, 1 Orang Hilang

Tuesday, 3 February 2026 - 12:55 WIB

4 Rumah Tergerus Banjir Bandang di Panti Jember

TERBARU