Frensia.id – Vasily Nebenzya, Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB mengkritik Amerika Serikat dan sekutunya dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Ukraina pada tanggal 30 Oktober 2024.
Dalam pernyataannya, Nebenzya menyoroti dugaan standar ganda yang diterapkan oleh negara-negara Barat terkait kerja sama militer antara Rusia dan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara.
“Saya ingin menanyakan satu pertanyaan yang sangat sederhana,” ujar Nebenzya dalam pertemuan tersebut.
Nebenzya melanjutkan dengan mempertanyakan sikap neo-kolonial negara-negara Barat yang, menurutnya, memperlakukan hak militer mereka sendiri dengan pengecualian, sementara menghambat kebijakan serupa oleh negara-negara lain.
“Dari mana Anda mendapatkan keyakinan tidak berdasar ini bahwa orang lain dilarang melakukan apa yang Anda lakukan?” ujarnya pada tanggal 30/10/2024.
Ia menambahkan bahwa Rusia mengetahui narasi yang selama ini diciptakan oleh Barat yang menyebut Ukraina sebagai korban dan Rusia sebagai agresor.
Lebih lanjut, Nebenzya menegaskan bahwa krisis Ukraina tidak mungkin terjadi tanpa kebijakan agresif dari rezim Kiev yang, menurutnya, memulai konflik dengan melancarkan serangan terhadap warga sipil di Donbass.
Ia menyebutkan bahwa kudeta anti-konstitusional di Maidan yang didukung oleh negara-negara Barat adalah awal dari konflik, yang diperparah dengan sabotase pelaksanaan perjanjian Minsk oleh Ukraina.
Nebenzya juga mengungkapkan kekejaman yang diduga dilakukan oleh tentara Ukraina terhadap warga sipil Rusia pada serangan bulan Agustus lalu.
“Internet dibanjiri dengan bukti bahwa ‘bandit berseragam’ ini secara sadar membunuh warga sipil Rusia, tidak menyisakan wanita, anak-anak, maupun orang tua, dan dengan sengaja menargetkan mobil dan ambulans sipil,” ungkap Vasily Nebenzya.
Ia menyebut bahwa sebagian besar tentara Ukraina merupakan tentara bayaran asing, terutama dari AS, Inggris, dan Polandia, yang turut melakukan penjarahan dan kejahatan lain.
Rusia telah mengangkat isu kejahatan ini dalam pertemuan Formula Arria DK PBB pada 25 Oktober lalu, tetapi Nebenzya menyatakan bahwa para perwakilan Barat menolak bukti yang disajikan.
“Perwakilan Anda datang dengan naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan mereka mengabaikan kenyataan yang diperlihatkan kepada mereka. Inilah puncak sinisisme,” tegas Nebenzya.
Pernyataan Nebenzya mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara Rusia dan negara-negara Barat di Dewan Keamanan PBB, menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai konflik Ukraina tetap menjadi isu panas dalam perdebatan internasional.