Frensia.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik kegagalan upaya kesepakatan damai Ukraina di dalam forum Ekonomi Timur.
Vladimir Putin menyampaikan ketidakpuasannya terhadap hasil pembicaraan damai yang berlangsung di Istanbul, yang dimediasi oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Hal ini sebagaimana dalam pidato yang disampaikan Vladimir Putin pada sesi Pleno Forum Ekonomi Timur ke-9, yang berlangsung di Pulau Russky, Wilayah Primorye tanggal 5 September 2024.
Putin mengungkapkan bahwa meskipun ada tanda tangan dari kepala delegasi Ukraina pada dokumen kesepakatan, intervensi dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah menghalangi terlaksananya kesepakatan tersebut.
Menurut Putin, kesepakatan yang seharusnya membawa perdamaian tersebut tidak dapat diimplementasikan karena tekanan dari pihak luar.
“Para elite di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa memiliki keinginan kuat untuk mengalahkan Rusia secara strategis,” ujar Putin.
Ia menambahkan bahwa pihak-pihak ini menganggap situasi tersebut sebagai kesempatan emas untuk melumpuhkan Rusia.
“Mereka mengira mereka bisa menggunakan kesempatan ini untuk melumpuhkan Rusia, menghancurkannya atau melakukan apa pun yang mereka rencanakan,” tutur Putin pada tanggal 05/09/2024.
Putin juga menyampaikan kritik terhadap kebijakan dan strategi militer Ukraina, menggambarkan mereka sebagai alien atau orang asing yang tidak mempertimbangkan kerugian besar yang telah dialami.
“Saya tidak mengerti apa lagi yang akan mereka lakukan. Mereka harus sekali lagi menurunkan usia wajib militer untuk merekrut anak-anak, seperti yang dilakukan Nazi Jerman terhadap Pemuda Hitler,” tegas Putin dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Presiden Rusia tersebut mengutip ucapan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang menyarankan untuk terus berjuang.
“Boris Johnson datang dan berkata, jangan melakukannya. Berjuanglah sampai dengan orang yang terakhir di Ukraina,” ucapnya.
Putin menilai ini sebagai bukti bahwa pendekatan militer masih dominan dalam kebijakan beberapa negara terhadap konflik Ukraina.
Pernyataan Putin ini menunjukkan ketegangan yang masih berlanjut dalam upaya mencari solusi damai di Ukraina, serta adanya perbedaan pendekatan yang signifikan antara Rusia dan negara-negara Barat.
Situasi ini mengindikasikan bahwa konflik di Ukraina masih akan berlanjut tanpa adanya kesepakatan yang bisa diterima semua pihak yang terlibat.