Frensia.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali melontarkan kritik tajam terhadap NATO dan peranannya di Asia dalam sambutannya menjelang Kerjasama Tingkat Tinggi BRICS.
Hal ini sebagaimana jawaban atas pertanyaan pimpinan agensi media terkemuka di Moskow pada tanggal 18 Oktober 2024.
Putin mengungkapkan kekhawatirannya atas tindakan provokatif NATO yang dianggapnya telah memperkeruh situasi di Asia, terutama terkait ketegangan di kawasan Taiwan.
Dalam pernyataannya, Putin mempertanyakan motif di balik keterlibatan NATO dalam urusan Asia.
“Saya kerap mempertanyakan motif di balik tindakan provokatif di berbagai kawasan lain di dunia, khususnya yang terjadi di sekitar Taiwan. Mengapa hal itu terjadi? Saya benar-benar tidak mengerti,” tegas Putin.
Putin juga menyoroti upaya NATO yang menarik negara-negara Eropa ke dalam dinamika Asia melalui aliansinya, tanpa mempertimbangkan dampak terhadap hubungan antara Eropa dan Tiongkok.
“Faktanya, NATO sedang menarik negara-negara Eropa ke Asia melalui dirinya sendiri. Tidak seorang pun tampaknya mempertimbangkan apakah orang Eropa ingin membahayakan hubungan mereka dengan Tiongkok dengan terlibat dalam urusan Asia melalui NATO,” tambahnya.
Menurut Putin, ketegangan di kawasan Asia juga didorong oleh peran sekutu-sekutu NATO seperti Jepang, Australia, dan Selandia Baru yang semakin meningkatkan eskalasi militer.
“Sekutu mereka, Jepang, Australia, dan Selandia Baru, terdorong untuk bertindak, ketegangan meningkat karena persenjataan serius dikerahkan yang menimbulkan ancaman bagi negara-negara di kawasan, termasuk Tiongkok dan Rusia.”
Meski mengkritik keras langkah NATO, Putin menegaskan bahwa Rusia tetap mengamati situasi ini dengan saksama, tetapi tidak akan ikut campur dalam urusan internasional lain yang tidak langsung menyangkut kepentingan mereka.
“Kami memantau situasi ini dengan saksama. Tentu saja kami tidak ikut campur, sebagaimana halnya pada masalah-masalah lain, seperti halnya masalah antara Ethiopia dan Mesir,” ujarnya.
Namun demikian, Putin kembali menegaskan komitmen Rusia terhadap kemitraan strategis dengan Tiongkok.
“Kami dengan tegas menganggap Tiongkok sebagai mitra strategis dan sekutu kami,” tegas Putin pada tanggal 18/10/2024.
Pernyataan ini menegaskan sikap tegas Rusia dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia, terutama di tengah meningkatnya ketegangan akibat campur tangan aliansi militer barat.