Frensia.id – Ketua Duma Negara Federasi Rusia, Vyacheslav Volodin, mengeluarkan pernyataan keras tentang tindakan AS melalui saluran Telegramnya pada tanggal 6 Agustus 2024.
Dalam pesannya, ia menyebut “Hari Hitam” untuk mengenang tragedi bom atom AS di Hiroshima 79 tahun lalu yang menewaskan ratusan ribu warga sipil tak berdosa.
Volodin menegaskan bahwa AS telah menggunakan senjata nuklir untuk mengintimidasi negara-negara lain, memicu konflik baru dan memperparah konflik lama.
“Mereka membakar Vietnam dengan napalm, menginvasi Korea, Afganistan dan Irak. Mengebom Yugoslavia, Libya dan Suriah”, jelas Ketua Duma Federasi Rusia.
Dia juga menyoroti keterlibatan AS dalam mempersiapkan Ukraina untuk perang dengan Rusia, serta memperluas infrastruktur NATO di kawasan Asia untuk melawan China.
“Mereka telah mengubah Ukraina menjadi tempat persiapan perang dengan negara kita. Mereka memperluas infrastruktur NATO di kawasan asia untuk melawan China” tulis Volodin pada 06/08/2024.
Ketua Duma menjelaskan bahwa saat ini, kemampuan nuklir Rusia dan China berfungsi sebagai pencegah bagi agresor, dan Rusia memiliki keunggulan teknologi tinggi dalam menghadapi AS.
“Kemampuan nuklir Rusia dan Cina berfungsi sebagai pencegah bagi agresor. Selain itu, senjata berteknologi tinggi yang baru-baru ini dikembangkan memungkinkan kita berbicara tentang keunggulan dibandingkan AS” tegas Vyacheslav Volodin.
Volodin mengingatkan parlemen warga AS dan Uni Eropa untuk memahami bahwa tindakan para pemimpin mereka dapat membawa dunia ke konsekuensi tragis.
“Ketika Washington dan Brussels mengancam keamanan Rusia, memasok pesawat, rudal, dan mengoordinasikan tindakan militer di Ukraina. Parlemen, warga AS dan Uni Eropa harus paham bahwa tindakan para pemimpin mereka, bisa berkonsekuensi membawa dunia ke kondisi tragis,” tulisnya.
Pernyataan Volodin ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan Barat, serta mendorong untuk mencari solusi diplomatis dalam mengatasi konflik global yang terus memanas.