Wisata Situbondo Diklaim Peneliti Telah Halal Tanpa Branding

Tuesday, 20 August 2024 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Wisata Situbondo Diklaim Peneliti Telah Halal Tanpa Branding (Sumber: DInas Pariwiasata/Kampung Krapu)

Gambar Wisata Situbondo Diklaim Peneliti Telah Halal Tanpa Branding (Sumber: DInas Pariwiasata/Kampung Krapu)

Frensia.id- Wisata Situbondo dianggap peneliti telah halal sebelum dibranding. Artinya, sebagai kota santri, wisata halal telah kuat terselenggara di kabupaten Situbondo.

Hal demikian ini sebagaimana dinyatakan oleh Faizul Abrori dan Mustaqim Makki. Keduanya adalah STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo. Kedua berupaya mengungkap dinamika wisata halal di Situbondo.

Bagi keduanya, Situbondo dikenal sebagai Kota Santri dengan tiga tipe utama pariwisata, yaitu wisata alam, budaya, religi, dan olahraga. Meski memiliki 83 destinasi wisata, hingga saat ini belum ada satupun destinasi yang secara resmi berlabel wisata halal.

Meskipun belum memiliki branding sebagai wisata halal, pengelolaan destinasi di Situbondo, menurut kedua pakar ini,  sudah mencerminkan karakteristik syariah.  Beberapa buktinya, ia ungkap dalam riset yang diterbitkan Tasharruf: Journal Economics and Bussiness of Islam pada tahun 2021 silam.

Pertama, mereka menemukan ada prinsip uluhiyyah dalam pengelolaan wisata Situbondo. Artinya, pelaku usaha pariwisata lebih mengutamakan tanggung jawab kepada Tuhan dibandingkan kepada manusia atau pemerintah. Mereka memahami bahwa pertanggungjawaban utama mereka adalah di akhirat, sehingga sikap ini mendorong mereka untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan usaha.

Baca Juga :  Peaky Blinders: The Immortal Man Mengakhiri Cerita Panjang Gangster Birmingham

Kedua, ada prinsip insaniyyah yang menunjukkan bahwa pariwisata di Situbondo menjadi sarana silaturahmi dan interaksi antar manusia tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras, atau golongan. Pariwisata ini mengedepankan inklusivitas yang sejalan dengan ajaran Islam.

Ketiga, juga adas prinsip akhlaqiyyah tercermin dari sikap pelaku atau pengelola wisata yang memberikan pelayanan dengan ramah, sopan, dan sesuai dengan norma etika Islam. Pelayanan yang baik menjadi salah satu ciri penting dari pariwisata syariah.

Keempat, ternyata juga ada prinsip washatiyyah.  Prinsip ini  fokus pada keseimbangan antara kepuasan lahiriah dan rohani. Pariwisata di Situbondo tidak hanya menawarkan kesenangan fisik semata, tetapi juga menyediakan fasilitas spiritual, seperti tempat ibadah yang layak, yang mendukung kebutuhan rohani pengunjung.

Baca Juga :  Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab

Bahkan selain karakteristik syariah di atas, yang sudah tercermin dalam pengelolaan, Situbondo juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan branding wisata halal.

Terdapat tiga potensi utama yang mendukung hal ini, yakni secara geografis, budaya, dan banyak pondok pesantren.

Secara geografis, Situbondo berada di jalur pantai utara Jawa yang strategis. Sehingga memudahkan akses wisatawan.

Dalam hal budaya, banyak tradisi unik di Situbondo. Beberapa di antaranya, Ancak Agung dan perayaan tahun baru Islam yang spektakuler menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan religi.

Terakhir, Di Situbondo banyak pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama. Banyak yang berkualitas. Hal ini akan menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin belajar dan memahami lebih dalam tentang Islam. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pesona Danau Kedung Garinten, ‘Hidden Gem’ Berlatar Sunset di Jember
Peaky Blinders: The Immortal Man Mengakhiri Cerita Panjang Gangster Birmingham
KAI Daop 9 Jember Pastikan Kesiapan Sarana Lokomotif dan Kereta Jelang Angkutan Lebaran 2026
Siapa Sebenarnya Ophelia dalam Lagu Taylor Swift?
Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026
Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Parijs van Java, Novel Karya Remy Sylado yang Memiliki Gaya Bahasa Khas
Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah

Baca Lainnya

Monday, 22 June 2026 - 20:41 WIB

Pesona Danau Kedung Garinten, ‘Hidden Gem’ Berlatar Sunset di Jember

Saturday, 13 June 2026 - 12:57 WIB

Peaky Blinders: The Immortal Man Mengakhiri Cerita Panjang Gangster Birmingham

Wednesday, 4 March 2026 - 18:18 WIB

KAI Daop 9 Jember Pastikan Kesiapan Sarana Lokomotif dan Kereta Jelang Angkutan Lebaran 2026

Monday, 12 January 2026 - 19:47 WIB

Siapa Sebenarnya Ophelia dalam Lagu Taylor Swift?

Friday, 2 January 2026 - 22:27 WIB

Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading