Frensia.Id- Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kompak menegaskan optimisme agar ajang tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) bisa tembus ke dalam jajaran kalender wisata dunia.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kualitas visual serta konsep kebudayaan yang diusung JFC memiliki daya saing tinggi untuk dipasarkan ke tingkat internasional.
“Kami tentu selalu mempromosikannya dan kami ada website Kementerian Pariwisata, visitindonesia.travel, dan kami selalu mempromosikan apapun (seperti JFC) ke seluruh dunia. Kami menyelenggarakan ekspo seperti di Berlin, London, hingga di berbagai negara Asia dan Australia,” katanya saat doorstop di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (26/7/2026).
Selanjutnya kata dia, JFC saat ini telah menjadi event unggulan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Kemenparekraf berkomitmen terus menaikkan kelas event-event karya anak bangsa agar menjadi pilihan utama wisatawan internasional.
“Di dalamnya ada calendar of events. Kita mempromosikan event by Indonesia dengan IP asli buatan anak bangsa yang sangat kreatif dan tidak kalah luar biasa,” ujarnya.
Senada dengan Menpar, Pemprov Jatim melalui Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, mengaku sangat siap mensinergikan seluruh sumber daya (resource) daerah. Demi mengawal JFC menuju panggung dunia.
“Kalau ada satu liga mengenai event-event di dunia, tentu kami akan lebih berminat lagi untuk menaik-klaskan event JFC ini. Kami di Pemprov siap mensinergikan dengan seluruh resource yang kami miliki,” ungkapnya.
Guna merealisasikan target tersebut, Pemprov Jatim menyoroti pentingnya aksesibilitas wisatawan mancanegara menuju Jember. Emil menilai Bali dapat menjadi pintu gerbang utama (gateway) untuk menggaet turis asing ke JFC melalui rute penerbangan langsung Jember–Bali.
“Salah satu sebenarnya yang paling dekat adalah gateway menuju ke luar itu tetap Bali. Bali bisa menjadi sebuah inkubator untuk daerah-daerah lain. Itulah sebabnya penerbangan Jember–Bali ini dirintis dan kita berharap ada dukungan kolaboratif antara pusat, provinsi, dan kabupaten,” paparnya.
Sementara itu, Presiden JFC, Budi Setiawan mengekspresikan optimisme dan kesiapannya dalam menyokong kebutuhan infrastruktur pendukung. Demi memanjakan para wisatawan luar negeri yang hadir.
“Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa adik-adik JFC akan mampu menyiapkan karya-karya terbaik di mata dunia. Yang dibutuhkan saat ini adalah kesiapan infrastruktur dan hospitality yang kolaboratif, dan dukungan dari semuanya, terutama pemerintah daerah dan pusat,” tandasnya.






