Frensia.id – Band Madura bernama Lorjhu’ akan manggung di Singapura pada 7 September 2024.
“Ngireng treran sadhejeh, se bede e Singapore dan sekitar, yatore longghuna” (Buat kawan-kawan semua di singapore, kami tunggu kehadirannya), tulis grup band yang didirikan pada 2019 itu lewat akun Instagram @lorjhukofficial.
Mereka akan tampil di Esplanade, sebuah Gedung pusat seni pertunjukan nasional Singapura yang terletak di Kawasan Marina Bay.
Dilansir laman resmi Esplanade, gedung tersebut didirikan dengan semangat misi sosial untuk menghibur, melibatkan, mendidik, dan menginspirasi melalui seni
Oleh karena itu, Esplanade berkomitmen menyuguhkan berbagai budaya, bahasa, dan genre, yang 70% di antaranya disajikan gratis untuk dinikmati semua orang. Dan penampilan Lorjhu’ salah satunya.
“Tidak akan ada tiket yang dikeluarkan. Tempat duduk tersedia berdasarkan siapa yang datang pertama dan dilayani pertama”, tertulis di keterangan dalam informasi penampilan Lorhju’ yang akan unjuk gigi pada sekitar 7 sampai 10 malam waktu setempat.
Sebagai promosi, Esplanade memperkenalkan Band asal Madura itu sebagai berikut:
Lorjhu’ mengeksplorasi bunyi-bunyian mendasar dari tangga nada dan nuansa tradisional Madura, menyajikannya dengan sentuhan kontemporer.
Bahasa Madura dilestarikan sebagai bahasa lagu-lagu yang mengusung tema-tema maritim seperti mitos laut dan cerita rakyat laut.
Lorjhu’ akan membawakan musik asli dari album mereka sambil juga membagikan nyanyian-nyanyian terpilih dari kekayaan cerita rakyat masyarakat Madura.
Sebagai informasi, Lorjhu’ dibentuk pada akhir tahun 2019 dan dipimpin oleh Badrus Zeman. Mereka mulai dikenal setelah merilis singel perdana berjudul “Nemor” di awal pandemi 2020. Proyek solo ini terus berkembang dengan menggabungkan musik tradisional Madura dan musik modern.
Pada tahun 2022, Lorjhu’ berubah menjadi trio yang terdiri dari Badrus Zeman (vokal & gitar), Gaharaiden Soetansyah (drum), dan Insan Negara (gitar bass).
Selama perjalanan mereka, Lorjhu’ telah merilis album yang mengangkat tema kehidupan di daerah pesisir Madura. Album pertama mereka sebagai grup adalah “Paseser” dan diikuti oleh album kedua “Parenduan” yang dirilis pada akhir tahun 2023.
Melalui album kedua tersebut, Lorjhu’ juga menegaskan identitas asalnya, yakni Parenduan atau Prenduan. Nama sebuah desa di ujung timur Madura, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Hal tersebut juga dapat dilihat dari video klip lagunya.