Raja Yordania Serukan Aksi Global untuk Atasi Krisis Gaza dan Kritik Ketidakadilan Internasional di Sidang PBB

Rabu, 25 September 2024 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein sumber edit by Frensia

Ilustrasi gambar Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein sumber edit by Frensia

Frensia.id – Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein menyerukan tindakan internasional yang lebih kuat untuk menanggapi krisis yang sedang berlangsung di Gaza, mengecam serangan militer Israel dan keadaan kemanusiaan yang semakin memburuk.

Dalam pidatonya yang penuh gairah, Abdullah II bin Al-Hussein di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 pada tanggal 24 September 2024.

Berbicara di hadapan delegasi global, Raja Abdullah II menyoroti pergolakan politik dan konflik regional yang telah ia saksikan selama lebih dari dua dekade berdiri di podium PBB.

“Saya tidak dapat mengingat masa yang lebih berbahaya daripada saat ini,” ujarnya, menggambarkan situasi saat ini sebagai serangan terhadap legitimasi dan otoritas moral PBB.

Dengan tegas, Raja Abdullah II mengkritik ketidakmampuan simbol-simbol PBB, seperti bendera biru yang berkibar di atas penampungan dan sekolah di Gaza, untuk melindungi warga sipil Palestina dari serangan militer.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Keadaan ini, menurutnya, telah menimbulkan salah satu tingkat kematian dan kelaparan tercepat dalam konflik modern, serta mencatat jumlah amputasi pada anak-anak dan penghancuran infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Raja Abdullah juga mengecam ketidakadilan global, mengatakan bahwa beberapa negara berada di atas hukum internasional dan bahwa hak asasi manusia bersifat selektif.

Ia memperingatkan bahwa melemahkan lembaga-lembaga internasional merupakan ancaman serius terhadap keamanan global.

Menanggapi kondisi tersebut, Raja Abdullah mengajak negara-negara anggota PBB untuk bergabung dengan Yordania dalam “Gerbang Kemanusiaan Gaza internasional”, sebuah inisiatif untuk mengirimkan bantuan makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya kepada penduduk Gaza.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

“Bantuan kemanusiaan tidak boleh menjadi alat perang,” tegasnya pada tanggal 24/09/2024.

Dalam mengakhiri pidatonya, Raja Abdullah mengingatkan pesan perdamaian yang disampaikan oleh ayahnya 64 tahun yang lalu di Majelis Umum PBB, menekankan pentingnya keberanian dan tindakan tanpa rasa takut dalam menghadapi krisis.

Dia menyerukan kepada negara-negara untuk bersatu dalam solidaritas dan tindakan kemanusiaan, menolak untuk menyerah pada masa depan yang didominasi oleh perpecahan dan konflik.

Pidato Raja Abdullah menandai momen penting dalam diplomasi internasional, mendesak komunitas global untuk tidak hanya berbicara tetapi bertindak demi kemanusiaan dan keadilan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB