Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Paus Leo XIV Gemakan Seruan

Gambar Paus Leo XIV Gemakan Seruan "Raja Damai" di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem (sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Paus Leo XIV kembali menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk peperangan dan kekerasan di dunia. Pesan perdamaian ini menggema kuat saat Sri Paus memimpin ibadah Misa Minggu Palma di Vatikan, hari Minggu terakhir yang secara resmi menandai dimulainya Pekan Suci bagi umat Kristiani.

Dalam khotbahnya yang mendalam, Paus Leo XIV berulang kali menekankan frasa “Raja Damai”. Ia mengingatkan ribuan umat yang hadir bahwa perayaan Minggu Palma pada hakikatnya adalah mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem dengan membawa pesan perdamaian yang inklusif, bukan penaklukan militer.

Di tengah dunia yang sedang memanas oleh berbagai konflik, Sri Paus menegaskan bahwa Tuhan selalu menolak jalan kekerasan. Ia memaparkan keteladanan Yesus yang terus mewartakan cinta dan damai, meskipun pada saat itu kekerasan dan maut secara nyata mengintai nyawa-Nya.

Baca Juga :  Gapensi Jember Keluhkan Kenaikan Harga Satuan Bahan Konstruksi

Dalam pesannya, Paus menyampaikan seruan kuat dalam bahasa Italia:

“Gesù vuole riconciliare il mondo… del padre e abbattere ogni muro” (Yesus ingin mendamaikan dunia… kepada Bapa dan meruntuhkan setiap tembok pemisah).

Pesan ini menjadi pengingat yang sangat relevan agar umat manusia meruntuhkan sekat-sekat permusuhan dan mulai membangun jembatan rekonsiliasi.

Namun, ironisnya, seruan damai dan peruntuhan “tembok pemisah” dari Vatikan tersebut harus berbenturan dengan realita pahit di lapangan pada hari yang sama.

Baca Juga :  Kepala DLH Ungkap Pemkab Jember Telat Satu Dekade Jalankan UU Olah Sampah Mandiri

Di Yerusalem, sebuah insiden ketegangan dilaporkan terjadi. Pada hari Minggu tersebut, aparat keamanan Israel melarang dan mencegat rombongan imam yang hendak melangsungkan prosesi menuju Gereja Makam Suci (Holy Sepulchre).

Yang menjadi sorotan utama, rombongan yang dilarang melintas tersebut dipimpin langsung oleh Patriarkat Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa. Insiden pelarangan akses di pusat spiritual Yerusalem ini seakan menjadi bukti nyata atas “tembok-tembok” pembatas yang masih berdiri kokoh, sekaligus menegaskan betapa mendesaknya seruan perdamaian Paus di Tanah Suci saat ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang
Pemkab Jember Sebut Kehadiran KA Pandalungan 2 Bakal Dongkrak Ekonomi-Pariwisata Daerah
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait
Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru
Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah
Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA
MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi

Baca Lainnya

Sunday, 21 June 2026 - 22:20 WIB

Gus Fawait Beri Bocoran Strategi Performa Ekonomi Jember Terbaik di Sekarkijang

Friday, 19 June 2026 - 00:50 WIB

Pemkab Jember Sebut Kehadiran KA Pandalungan 2 Bakal Dongkrak Ekonomi-Pariwisata Daerah

Tuesday, 16 June 2026 - 13:34 WIB

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo

Saturday, 13 June 2026 - 14:24 WIB

Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Thursday, 11 June 2026 - 20:40 WIB

Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading