Riset Jelaskan Gangguan Otot Rangka pada Kuli Bangunan Dipengaruhi oleh Usia dan Beban Kerja

Sunday, 29 September 2024 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi para pemuda kuli bangunan alias pekerja konstruksi - Sumber Foto Istimewa Frensia.id by Sam Ridwan

Ilustrasi para pemuda kuli bangunan alias pekerja konstruksi - Sumber Foto Istimewa Frensia.id by Sam Ridwan

Frensia.id – Kuli bangunan atau pekerja konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan gedung. 

Namun, pekerjaan ini sering kali melibatkan aktivitas fisik berat dan risiko tinggi yang dapat menyebabkan berbagai gangguan otot rangka. 

Gangguan ini dapat berdampak pada kesehatan fisik pekerja dan produktivitas kerjanya.

Penelitian karya Dian Purnawa Sari dan Susilawati yang bertajuk “Keluhan Gangguan Otot-Rangka Pada Kuli Bangunan di Desa Sukarami Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara” ini memberikan beberapa penjelasan tentang penyebab keluhan tersebut.

Baca Juga :  Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember

“Beban kerja yang berlebihan merupakan faktor utama gangguan otot rangka, pekerjaan kontruksi sering melibatkan pengangkatan berat, gerakan berulang dengan postur tubuh yang tidak ergonomis. Hal ini dapat meimicu cedera otot, ligamen, dan sendi (rangka)” tulis Dian dan Susilawati pada risetnya.

Penelitian yang dimuat pada laman Nanggroe (Jurnal Pengabdian Cendekia) ini pun menyebutkan bahwa usia termasuk faktor penting dalam keluhan tersebut.

Baca Juga :  Gus Fawait Luncurkan 'Mobil Cinta', Layanan Antar Pulang Gratis Pasien Sembuh di Jember

“…menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal disorders yaitu usia,” tulis mereka. 

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa masih banyak responden (kuli bangunan) yang mengabaikan rasa sakitnya tanpa mencoba untuk periksa medis.

Bagi Dian dan Susilawati hal itu dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot rangka di setiap harinya tanpa ditangani secara khsusus. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KAI Daop 9 Boyong Rail Clinic ke Stasiun Sempolan, Ada Berobat Gratis-Bagi Kacamata
Gus Fawait Luncurkan ‘Mobil Cinta’, Layanan Antar Pulang Gratis Pasien Sembuh di Jember
Jenggawah Hingga Mangli Jadi Wilayah Kasus ISPA Tertinggi di Jember
Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember
Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung
Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember
Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Baca Lainnya

Thursday, 22 October 2026 - 01:45 WIB

KAI Daop 9 Boyong Rail Clinic ke Stasiun Sempolan, Ada Berobat Gratis-Bagi Kacamata

Thursday, 8 October 2026 - 19:46 WIB

Gus Fawait Luncurkan ‘Mobil Cinta’, Layanan Antar Pulang Gratis Pasien Sembuh di Jember

Thursday, 1 October 2026 - 21:34 WIB

Jenggawah Hingga Mangli Jadi Wilayah Kasus ISPA Tertinggi di Jember

Thursday, 1 October 2026 - 20:00 WIB

Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember

Saturday, 8 August 2026 - 17:40 WIB

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

TERBARU

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputro (kanan), bersama warga Jember setelah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). (Foto: Humas Dispendukcapil).

Politia

Aktivasi IKD Jember Capai 139.966 Akun Per 6 November 2026

Friday, 6 Nov 2026 - 19:16 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading