Ibn Rusyd Merehabilitasi Pikiran Aristoteles, hingga Sanggahannya Terhadap Al-Ghazali

Monday, 7 October 2024 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ibn rusyd merehabilitasi aristoteles (Ilustrasi/arif)

ibn rusyd merehabilitasi aristoteles (Ilustrasi/arif)

Frensia.id- Salah satu pekerjaan besar dari Ibn Rusyd adalah upayanya untuk merehabilitasi pikiran-pikiran dari Aristoteles, yang telah disalah pahami oleh para filosof Islam, seperti Ibn Sina.

Ernest Renan membuat sebuah cerita anekdot, dalam bukunya yang berjudul Averroes et l’Averroisme. Bahwa Ibn Rusyd membunuh Ibn Sina saat pertama kali datang ke Cordova. Alasannya karena Ibn Sina telah menyalahpahami dan menjadikan pikiran Aristoteles tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Cerita tersebut jelas tidak pernah terjadi, dokter persia itu tidak pernah berkunjung ke Cordova. Mereka berdua pun tidak hidup sezaman.

Tetapi cerita itu dibikin untuk menunjukkan bahwa Ibn Rusyd sangat geram dengan apa yang dilakukan oleh Ibn Sina terkait pembacaannya terhadap Aristoteles.

Atas kondisi tersebut, Ibn Rusyd berupaya untuk merehabilitasi nama Aristoteles dari penafsiran yang keliru.

Ia mengarang buku berjudul Tahafut tahafut yang tidak lain merupakan bantahan atas karya Al-Ghazali, Tahafut Falasifah.

Bukan membantah Al-Ghazali secara langsung, melainkan membantah bantahan Al-Ghazali terhadap para filosof yang sudah keliru menurutnya.

Baca Juga :  Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Para Filosof Islam, seperti Ibn Sina, Al-Farabi dan lain-lain sudah melakukan kesalahan secara epistemologis atas studinya terhadap filsafat Yunani, Aristoteles khususnya.

Atas dasar kemurnian aqidah Islam, pandangan filosof Islam tersebut mendapatkan bantahan dari Al-Ghazali, dengan munculnya sebuah buku. 

Terus mendapatkan bantahan lagi dari Ibn Rusyd. Dimana, ia menganggap bahwa Al-Ghazali, yang wafat 15 tahun sebelum dirinya lahir itu, telah membantah pikiran-pikiran yang sebenarnya sudah salah dari bentuk aslinya.

Meskipun demikian, bukan berarti Al-Ghazali benar, karena menganggap Ibn Sina salah, yang mana Ibn Rusyd sendiri secara pribadi menganggapnya sala pula.

Melainkan apa yang dilakukan oleh Al-Ghazali dan Ibn Rusyd mempunyai orientasi yang berbeda dalam melihat filsafat yang sama-sama mereka pelajari.

Oleh karena itu, menurutnya Al-Ghazali sedang menyebut kerancuan filosof Islam sebelumnya yang  disebut oleh Ibn Rusyd rancu pula.

Daripada itu, kronologi munculnya karya Al-Ghazali, Tahafut Falasifah dalam kacamata Ibn Rusyd merupakan sebuah sanggahan yang sebenarnya meleset dari apa yang dituju.

Baca Juga :  Diminati Masyarakat Internasional, Fakultas Dakwah UIN KHAS Sambut Kedatangan Mahasiswa dari 5 Negara

Sedangkan karya Ibn Rusyd sendiri, Tahafut Tahafut, merupakan upaya untuk merehabilitasi Aristoteles dan menampilkan kebenaran yang sudah didistorsi oleh para pemikir Islam terkemuka, dan juga kesetakpahamannya dengan Al-Ghazali sendiri.

Selanjutnya sosok Ibn Rusyd mendapatkan pengakuan sebagai satu-satunya orang yang dianggap paling kredibel dalam menjelaskan Aristoteles.

Lewat para muridnya, yang berjuluk Averroisme itulah nantinya yang akan membawa pikiran Aristoteles ke Barat.

Seiring berjalannya waktu, nama Ibn Rusyd akan disebut ketika nama Aristoteles dikaji. Sebab jalan termudah untuk memahami Aristoteles tidak lain adalah lewat Ibn Rusyd.

Setelah pikiran-pikiran Aristoteles digugat oleh pikiran-pikiran baru yang lebih sempurna. Perlahan Aristoteles kurang dikaji, pada akhirnya pula ketenaran Ibn Rusyd mulai redup.

Ia bersinar karena bersandar bahu pada nama besar Aristoteles. Dengan berakhirnya Aristoteles berakhir pula Ibn Rusyd, bukan tidak dikaji tetapi citranya sebagai pikiran utama dikurangi, begitu pula dengan Ibn Rusyd.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

TERBARU

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Thursday, 6 Aug 2026 - 21:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading