Vyacheslav Volodin: Serbia Berencana Bergabung dengan BRICS, Menolak Uni Eropa Sebagai Mitra

Monday, 14 October 2024 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Vyacheslav Volodin: Serbia Berencana Bergabung dengan BRICS, Menolak Uni Eropa Sebagai Mitra" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Vyacheslav Volodin, Ketua Duma Negara Federasi Rusia menyatakan bahwa Serbia tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan BRICS sebagai alternatif untuk menolak Uni Eropa sebagai mitra.

Pernyataan Vyacheslav Volodin ini sebagaimana pesan yang diunggahnya melalui saluran Telegramnya pada tanggal 14 Oktober 2024.

Langkah ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam politik global, di mana negara-negara semakin tertarik pada BRICS dan mempertanyakan relevansi Uni Eropa sebagai mitra strategis.

BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini menarik minat banyak negara lain.

Menurut Volodin, BRICS tidak hanya mewakili prospek cerah dalam sistem multipolar, tetapi juga memberikan jaminan bahwa kedaulatan negara-negara anggotanya tidak akan terganggu.

Ia menyoroti perbedaan utama antara BRICS dan Uni Eropa, di mana BRICS tidak memberikan tekanan atau syarat kerja sama yang tidak masuk akal kepada para pesertanya.

“Para peserta dan pengamat asosiasi tidak diperas, tidak diberi persyaratan kerja sama yang tidak masuk akal, dan urusan kedaulatan mereka tidak diganggu, tidak seperti dalam kasus Uni Eropa”, tulisnya pada 14/10/2024.

Baca Juga :  Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

Hal ini, kata Volodin, membuat BRICS semakin diminati oleh negara-negara yang mencari kebijakan yang adil dan saling menguntungkan.

“Kebijakan yang diadopsi oleh Washington dan Brussels, yang cenderung memaksakan kehendak dan merusak kedaulatan negara-negara mitra, telah menyebabkan efek yang berlawanan,” jelas Volodin.

Ia juga menyebut bahwa ekonomi BRICS saat ini jauh melampaui ekonomi G7, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Prancis, dan Jepang.

Volodin mencatat bahwa Uni Eropa tengah menghadapi stagnasi, dengan PDB yang menyusut di beberapa negara besar seperti Jerman, Austria, Finlandia, dan Estonia.

“Uni Eropa mengalami stagnasi: PDB menyusut di Jerman, Austria, Finlandia, dan Estonia, dan industri menderita kerugian yang signifikan”, tulis Volodin.

Di sisi lain, industri Eropa juga mengalami kerugian besar. Ini menjadi salah satu alasan mengapa negara-negara seperti Serbia kini mempertimbangkan BRICS sebagai alternatif yang lebih menjanjikan.

Baca Juga :  Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody's Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

BRICS saat ini telah menyatukan 10 negara anggota dan mewakili 45% dari populasi dunia. Lebih dari 30 negara lainnya telah menunjukkan minat untuk bergabung dengan asosiasi ini.

Pada KTT BRICS yang akan digelar di Kazan, perwakilan dari lebih dari tiga puluh negara dijadwalkan hadir untuk membahas potensi kerja sama dan perluasan keanggotaan.

Menurut Volodin, era dominasi Washington dan Brussels telah berakhir dan negara-negara di duniai lebih memilih jalur dialog yang setara dan kerja sama yang saling menguntungkan.

“Negara-negara memilih jalan dialog yang setara dan kerja sama yang saling menguntungkan demi kepentingan rakyat, bukan untuk menyenangkan Amerika Serikat dan sekutunya”, tambahnya.

Dengan semakin kuatnya pengaruh BRICS di panggung global, asosiasi ini dipandang sebagai masa depan ekonomi dan politik dunia, menggantikan tatanan lama yang didominasi oleh kekuatan-kekuatan Barat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein
Di Balik Serangan Israel ke Iran, Tersimpan Strategi Kekuasaan dan Pengalihan Isu
Telah Diriset! Kursi 1 Orang yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di India Teraman
Horor! Berikut Fakta Miguel Uribe, Calon Presiden Kolombia yang Ditembak Saat Kampanye
Trump Vs Musk: Rusia Mulai Ikut Dalam Perselisihan
To Lam Tegaskan Persatuan dan Visi Pembangunan Berkelanjutan

Baca Lainnya

Monday, 9 February 2026 - 19:45 WIB

Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

Sunday, 8 February 2026 - 17:35 WIB

Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Sunday, 8 February 2026 - 17:09 WIB

Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Sunday, 22 June 2025 - 16:32 WIB

Di Balik Serangan Israel ke Iran, Tersimpan Strategi Kekuasaan dan Pengalihan Isu

Saturday, 14 June 2025 - 18:22 WIB

Telah Diriset! Kursi 1 Orang yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di India Teraman

TERBARU

Foto: Istimewa.

News

Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Rumah Warga di Jember

Saturday, 21 Feb 2026 - 17:05 WIB

Suasana penumpang Kereta Api Logawa di stasiun Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

Religia

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Saturday, 21 Feb 2026 - 17:00 WIB