Oleh: Abd. Wahid*
FRENSIA.ID- Siapa nama orang yang pakai batik hijau itu? Yang menunjuk-nunjuk sembari teriak tidak elok dalam forum terhormat di hadapan sejumlah kiai sepuh? Kita, warga Nahdliyin, tentu menyayangkan itu terjadi. Susah memaafkan tindakannya. Tetapi, memahaminya relatif mudah.
Dalam permainan voli, serangan berlangsung dalam tiga tahapan, yaitu passing atau menerima bola, set atau umpan, dan lalu smash alias pukulan keras (boleh jadi dipilih teknik placing, yakni mengarahkan bola dengan halus ke titik yang susah dijangkau lawan.
Aku melihat si batik hijau sebagai spiker yang sedang melakukan smash ngawur tak keruan. Menurut khabar masyhur, tindakannya bermula dari toser yang entah mengapa memberikan umpan buruk, pemain yang gigih memegang mikrofon itu.
Mengapa toser melakukan hal buruk itu? Tentu saja, itu gara-gara passing buruk dari pemain yang menerima servis. Bisa libero atau pemain posisi lain yang sedang bertahan. Menurut khabar yang juga tak kalah masyhur, passing itu berupa bisikan yang sangat penting, yakni hal-hal jang mengenai kekoeasaan d.l.l., yang harus haroes diselenggarakan dengan tjara pokoknja bisa dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Dalam voli, passing yang buruk hampir pasti menyebabkan set yang buruk, dan set yang buruk berujung pada smash yang berantakan. Jika si batik hijau melakukan smash ngawur, berarti ia mendapatkan umpan yang sama ngawurnya dari sang pemegang mikrofon, yang sebelumnya menerima passing kacau dari para pembisik di balik layar.
Demikianlah hukum permainan voli. Jika teknik dasarnya saja sudah keliru, jangan harap serangan akhirnya akan berbuah poin.
Sudut pandang voli ini lebih asyik karena melihat permainan secara lebih utuh. Berbeda dengan sudut pandang adab, yang menuding satu pemain sebagai bencana dan sumber kekalahan, padahal nyata ia rekan satu tim yang diizinkan ambil bagian dalam permainan.
Duh, sebenarnya aku hanya membagi kabar gembira di tengah acakadut pengelolaan negara dan organisasi kita ini. Ya, timnas voli kita menjadi juara, untuk pertama kalinya, dalam AVC Men’s Volleyball Cup 2026. Timnas kita membabat Korea Selatan secara tunai, 3 – 0.
Aku harap kalian menonton biar melihat smash-smashnya yang mantap, karena umpan manja dari toser, dan passing akurat dari para pemain bertahan, terutama si libero.
Penulis : *Dosen Ma'had Aly Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo Situbondo






