Yakuza Maneges Jember Resmi Dideklarasikan, Usung Visi Humanity and Social Justice

Monday, 3 August 2026 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simbolis deklarasi Yakuza Maneges Kabupaten Jember, dengan penyerahan bendera oleh penggagas Yakuza Maneges, Gus Tuba Topo Broto Maneges, pada Ketua Yakuza Maneges Jember, Eko Mulyadi (Foto: Fadli/Frensia).

Simbolis deklarasi Yakuza Maneges Kabupaten Jember, dengan penyerahan bendera oleh penggagas Yakuza Maneges, Gus Tuba Topo Broto Maneges, pada Ketua Yakuza Maneges Jember, Eko Mulyadi (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Organisasi sosial dan dakwah Yakuza Maneges wilayah Kabupaten Jember resmi dideklarasikan di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Minggu (2/8/2026) malam hari.

‘Yakuza’ merupakan singkatan dari “Yang Awalnya Kotor, Ujungnya Zuhud Abadi”. Sedangkan untuk ‘Maneges’ merupakan kata bahasa Jawa yang berarti jernih atau bening.

Organisasi ini digagas oleh Gus Tuba Topo Broto Maneges (Gus Thuba), seorang cucu dari KH Hamim Tohari Jazuli (Gus Miek).

Yakuza Maneges pertama kali dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutan deklarasi, Ketua Yakuza Maneges Jember, Eko Mulyadi, menyampaikan bahwa tujuan organisasi tersebut, adalah amal makruf nahi mungkar, kemanusiaan dan keadilan sosial (humanity and social justice).

Yakuza Maneges memiliki visi menjaga yang lemah, membela yang benar, dan membenahi yang salah.

“Di visi Yayasan Manunggal adalah kemanusiaan, keadilan, merangkul masyarakat awam bahkan lintas agama sekalipun. Membantu orang-orang yang bermasalah, baik secara hukum maupun non hukum, fisik maupun mental atau psikis,” kata Eko.

Baca Juga :  Teka Teki Temuan Tengkorak di Ajung Jember, Identitas Belum Terungkap

Selain itu, organisasi tersebut juga berfungsi untuk memantau dan menindak kasus kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat, pejabat, bahkan ulama.

Eko menegaskan bahwa Yakuza Maneges dalam menangani kasus, pihaknya bergerak dengan mengedepankan prinsip restoratif justice on the track.

“Tidak langsung menempuh jalur pidana yang kaku, tapi memastikan adanya pertanggungjawaban pelaku kepada korban secara langsung,” tuturnya.

Yakuza Maneges dalam menjalankan tugasnya, kini telah bermitra dengan TNI, Polri, lembaga negara, pemerintah daerah, konsultan hukum, berbagai ormas dan LSM, serta pers media.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yakuza Maneges Pusat, Rizki Bagus, mengatakan telah berencana untuk mendeklarasikan organisasi tersebut di semua wilayah di Indonesia.

“Sebelum Januari ya. Jadi semua wilayah yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah yang sudah siap nanti akan kami deklarasikan,” kata Bagus.

Adapun untuk Jawa Timur, wilayah yang akan resmi mendeklarasikan Yakuza Maneges yaitu Malang pada Tanggal 9 Agustus 2026, dan Kabupaten Ngawi di tanggal 22 Agustus 2026.

Baca Juga :  Pelayanan Lumpuh Akibat Balai Desa di Jember Digembok Warga

Bagus berharap dengan dideklarasikannya Yakuza Maneges di Kabupaten Jember, dapat bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kita mendukung program-program kerja dari pemerintah. Kami akan kolaborasi terus dan tidak ada yang namanya pergerakan kami melebihi kewenangan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Dalam menyambut deklarasi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, meyakini dengan kehadiran Yakuza Maneges, dapat menjadi hikmah baru bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk membawa Jember bangkit dan maju.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, juga menyinggung terkait penampilan anggota dari Yakuza Maneges yang sempat kontroversial.

Namun, menurutnya hal itu merupakan bagian dari langkah dakwah yang tempuh dalam mensukseskan 1 Abad negara menjadi Indonesia Emas di tahun 2045.

“Semua pihak sedang berjuang untuk mewujudkan Indonesia emas, seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Melaju Kencang, Pengendara Scoopy Tabrak Truk di Patrang Jember
Disnaker Jember Kirim 1.357 PMI ke Luar Negeri, Posisi Housemaid Paling Banyak Diminati Pekerja
Pria di Jember Meninggal Dunia Usai Tersangkut Gapura di Atas Truk Sound
Kepala Terjepit Sound Horeg Saat Lewati Gapura, Pemuda di Jember Tewas
Cerita Suparno saat Budidaya Kopi di Perkebunan Jember hingga Belasan Tahun: Perusahaan Berharap Biaya Dikit, Penghasilannya Lumayan
Laka Lantas Libatkan Motor Revo dan Vario di Wuluhan Jember, 1 Orang Meninggal Dunia
Pengendara Honda CB Tabrak Motor Beat di Kaliwates Jember, 1 Orang Alami Luka Ringan
Upgrading Bertema Analisis Sosial, Satkoryon Banser Umbulsari menghadirkan Instruktur Wilayah PD-PKPNU

Baca Lainnya

Wednesday, 5 August 2026 - 19:23 WIB

Melaju Kencang, Pengendara Scoopy Tabrak Truk di Patrang Jember

Tuesday, 4 August 2026 - 22:44 WIB

Disnaker Jember Kirim 1.357 PMI ke Luar Negeri, Posisi Housemaid Paling Banyak Diminati Pekerja

Tuesday, 4 August 2026 - 14:19 WIB

Pria di Jember Meninggal Dunia Usai Tersangkut Gapura di Atas Truk Sound

Tuesday, 4 August 2026 - 00:34 WIB

Kepala Terjepit Sound Horeg Saat Lewati Gapura, Pemuda di Jember Tewas

Monday, 3 August 2026 - 19:07 WIB

Cerita Suparno saat Budidaya Kopi di Perkebunan Jember hingga Belasan Tahun: Perusahaan Berharap Biaya Dikit, Penghasilannya Lumayan

TERBARU

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Thursday, 6 Aug 2026 - 21:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading