Frensia.id – Masyarakat Desa Kertowono mengadakan kegiatan penting yang diinisiasi oleh Tim Teknis P3PD Lakpesdam NU Lumajang, yang bertajuk “Team Building & Penggalian Gagasan serta Pemahaman Inklusi dan Akuntabilitas Sosial.”
Kegiatan ini menyoroti pentingnya transparansi dan inklusi sosial dalam proses pembangunan desa.
Sesi yang membahas akuntabilitas sosial menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini. Kurangnya pengalaman masyarakat dalam akuntabilitas sosial dianggap sebagai tantangan utama.
Untuk itu, Tim Teknis mengadakan pelatihan khusus yang membahas langkah-langkah konkret dalam meningkatkan transparansi di tingkat desa.
Selain itu, mereka mengusulkan pembentukan tim monitoring yang akan mengawasi pelaksanaan program-program desa secara berkala.
Beberapa peserta menyampaikan usulan terkait pemberdayaan ekonomi desa melalui pelatihan UMKM dan pengembangan produk lokal.
Keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam merealisasikan semua usulan tersebut, namun Tim Teknis P3PD telah menyusun strategi dengan memprioritaskan program yang memiliki dampak besar dengan biaya yang terjangkau.
Mereka juga mengusulkan kerjasama dengan pihak swasta untuk mendukung pendanaan tambahan.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung program-program inklusif yang telah diusulkan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pertemuan ini, tetapi benar-benar memberikan dampak positif pada pembangunan desa,” ujar Muhammad Farid, Ketua Tim Teknis P3PD Lakpesdam NU Lumajang.
Mereka berjanji akan terus mengadakan kegiatan serupa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya inklusi dan akuntabilitas sosial di tingkat desa. (*)