Frensia.id—Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Muhammad Mun’im, Afif Rofii, dan Uli Wahyuni pada tahun 2024 berhasil mengungkapkan keunikan penggunaan majas litotes dalam lirik lagu Iwan Fals.
Penelitian tersebut secara khusus menyoroti album Ethiopia karya Iwan Fals dan merekomendasikan lagu-lagu dalam album tersebut sebagai media pembelajaran di sekolah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam album Ethiopia memanfaatkan majas litotes secara bervariasi. Penggunaan majas ini, menurut peneliti, memberikan sejumlah manfaat edukatif.
Pertama, majas litotes digunakan untuk membuat pernyataan menjadi lebih sopan dan halus, memungkinkan pesan yang terkandung dalam lagu dapat diterima dengan baik tanpa menyinggung pendengar.
Kedua, penggunaan majas ini meningkatkan daya tarik pesan, membuat lagu-lagu tersebut lebih bermakna dan mudah diingat.
Ketiga, liriknya menjelaskan makna tertentu dengan bahasa yang sederhana, membantu pendengar memahami pesan kompleks dengan cara yang mudah. Keempat, efek imajinatif yang dihasilkan membuat pendengar dapat membayangkan situasi yang dilukiskan dalam lagu.
Terakhir, meskipun jarang, majas litotes juga digunakan untuk menciptakan efek keterkejutan yang menyentuh emosi.
Peneliti mencatat sebanyak 79 kutipan majas litotes dalam album ini. Dari jumlah tersebut, fungsi majas litotes yang paling dominan adalah meningkatkan daya tarik pesan, dengan total 24 kutipan.
Sebaliknya, fungsi yang paling jarang muncul adalah menciptakan efek keterkejutan, hanya dengan 2 kutipan.
Selain itu, fungsi lainnya seperti membuat pernyataan sopan dan halus ditemukan dalam 14 kutipan, menjelaskan makna tertentu dengan 17 kutipan, dan menghasilkan efek imajinatif sebanyak 22 kutipan.
Keberagaman fungsi majas litotes ini menjadikan album Ethiopia sebagai karya yang sarat nilai edukatif. Pilihan kata dalam liriknya dianggap santun, halus, dan tidak angkuh, sehingga sangat relevan dengan nilai-nilai pendidikan.
Peneliti berpendapat bahwa karya Iwan Fals ini mampu mengajarkan bagaimana menyampaikan kritik atau pesan sosial secara elegan dan sopan, menjadikannya alat yang efektif untuk memperkenalkan konsep sastra kepada siswa.
Selain itu, unsur imajinatif dalam lirik lagu juga dianggap dapat merangsang kreativitas siswa. Dalam konteks pembelajaran, lagu-lagu ini dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai aspek bahasa dan sastra, seperti memahami gaya bahasa, menganalisis makna tersirat, serta mengenali fungsi estetika dalam karya seni.
Sebagai rekomendasi, peneliti menyarankan agar para guru memanfaatkan album Ethiopia dalam kegiatan belajar-mengajar.
Lagu-lagu Iwan Fals ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi yang mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Dengan memanfaatkan seni musik sebagai media pembelajaran, diharapkan proses belajar menjadi lebih menarik, relevan, dan bermakna bagi siswa.
Melalui temuan ini, Iwan Fals kembali membuktikan bahwa musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium yang mampu menyampaikan pesan-pesan penting secara mendalam dan santun.
Album Ethiopia pun berpotensi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana seni dan pendidikan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan peka terhadap realitas sosial.