Prinsip Fiqh untuk Orang yang Kalah dalam Politik, Isi Pidato Cak Imin dalam Pelantikan PB PMII

Thursday, 19 December 2024 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Prinsip Fiqh untuk Orang yang Kalah dalam Politik, Isi Pidato Cak Imin dalam Pelantikan PB PMII (Sumber: Grafis/Frensia)

Gambar Prinsip Fiqh untuk Orang yang Kalah dalam Politik, Isi Pidato Cak Imin dalam Pelantikan PB PMII (Sumber: Grafis/Frensia)

Frensia.id – Prinsip fiqih menarik dikutip oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, saat menghadiri pelantikan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Periode 2024-2027 pada Senin, 18 Desember 2024.

Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Cak Imin ini memberikan tips menghadapi kekalahan dalam politik dengan mengacu pada kaidah fiqih:

“ما لا يدرك كله لا يترك كله”
(Ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu)

Artinya, “Jika tidak bisa mendapatkan semuanya, maka jangan tinggalkan seluruhnya.”

Cak Imin menyampaikan bahwa kaidah ini relevan dalam situasi politik, terutama bagi mereka yang mengalami kekalahan. Ia juga memuji PMII sebagai organisasi yang memberikan ruang bagi politisi yang kalah untuk tetap berkontribusi dan berbicara, seperti dirinya dan Luluk Nur Hamidah.

“Saya sangat menghargai PMII. Meski sahabat Luluk kalah dalam Pilgub, dia tetap diberi kesempatan untuk berpidato. Ini bukti bahwa PMII tidak memandang seseorang hanya dari kemenangannya,” ucap Cak Imin dengan nada bercanda.

Baca Juga :  Sapa Masyarakat, Legislator Edi Cahyo Purnomo Ajak Warga Mandiri Lewat UMKM Digital

Sebagaimana diketahui, Luluk Nur Hamidah—atau Sahabat Luluk di kalangan PMII—mengalami kekalahan dalam Pilgub Jawa Timur 2024 melawan Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang bagi PMII untuk tetap menghargainya.

Cak Imin melanjutkan bahwa PMII selalu membuka ruang bagi siapa pun, tidak terkecuali bagi mereka yang kalah. “Penghargaan ini menunjukkan bahwa PMII tidak hanya memprioritaskan senior yang menang atau memiliki jabatan tinggi, tetapi juga memberi ruang kepada mereka yang kalah,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII itu juga mengaitkan kaidah fiqih dengan pengalaman pribadinya. Ia menyebutkan, meski dirinya gagal menjadi Wakil Presiden dalam Pemilu 2024 bersama Anies Baswedan, ia tetap mendapatkan posisi sebagai Menteri Koordinator dalam kabinet Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus

“Kaidahnya jelas: ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu. Kalau tidak jadi Wapres, minimal Menko. Begitulah prinsipnya,” kata Cak Imin sambil tersenyum.

Sebagai informasi, Cak Imin sebelumnya mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi Anies Baswedan, namun kalah dari pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Namun, pada akhirnya ia dipercaya masuk ke dalam kabinet Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, membuktikan bahwa peluang tetap ada meski kekalahan sempat menghampiri.

Pidato Cak Imin ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta pelantikan. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa kekalahan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari upaya baru untuk terus berkontribusi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Inspektorat Jember Telusuri Dugaan Kasus ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi
Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah
Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio
Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan, Targetkan 10.000 Peserta
Bupati Jember Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Layanan Publik saat Peringati HUT ke 81 RI
Dishub Jember akan Berlakukan Kembali Parkir Berlangganan
Respons Ketua DPRD Jember soal Pemberlakuan Kembali Parkir Berlangganan: Harapan Baru Pendapatan Daerah

Baca Lainnya

Wednesday, 19 August 2026 - 17:27 WIB

Inspektorat Jember Telusuri Dugaan Kasus ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Wednesday, 19 August 2026 - 17:08 WIB

Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi

Tuesday, 18 August 2026 - 17:41 WIB

Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Monday, 17 August 2026 - 17:30 WIB

Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan, Targetkan 10.000 Peserta

Monday, 17 August 2026 - 17:20 WIB

Bupati Jember Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Layanan Publik saat Peringati HUT ke 81 RI

TERBARU

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

News

BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 21:26 WIB

Gambar Asap Mengepul di Sekitar Gunung Raung, BPBD : Bukan Aktivitas Vulkanik (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Asap Mengepul di Sekitar Gunung Raung, BPBD : Bukan Aktivitas Vulkanik

Wednesday, 19 Aug 2026 - 13:47 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading