Jember Darurat Stunting-Kematian Ibu, Bupati Fawait Terjunkan 1.200 Nakes ke Desa

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat diwawancarai. (Foto: Sigit/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat diwawancarai. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Bupati Jember Muhammad Fawait menetapkan status krisis terhadap angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI-AKB) di wilayahnya. Sebagai langkah konkret, dia meluncurkan Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk masuk ke desa-desa.

Peluncuran program bertajuk “Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak” ini digelar di GOR PKSPO Kaliwates, Senin (26/1). Bupati Fawait menginstruksikan ribuan nakes tersebut menjadi garda terdepan pendampingan ibu hamil hingga balita.

“Kita lihat data 10 tahun terakhir ini angka stunting di Jember selalu tinggi. Angka kematian ibu dan bayi juga selalu tinggi, bahkan kita tertinggi se-Jawa Timur,” katanya, Senin (26/1/2026).

Selanjutnya, dia menyayangkan tren stunting di Jember yang seolah “betah” di urutan teratas tingkat provinsi. Dirinya menilai kondisi ini sebagai ancaman serius bagi masa depan daerah.

Baca Juga :  Bupati Fawait sebut UMKM Pahlawan Penyelamat Ekonomi Nasional

“Angka stunting dari tahun ke tahun kalau nggak nomor satu, ya nomor dua. Saya anggap ini semacam bencana atau krisis. Kalau dibiarkan, ini mengancam generasi penerus bangsa, terutama di Jember,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan tidak mau lagi ada ego sektoral dalam menangani isu kesehatan. Selama ini, ia menilai kerja antar instansi masih berjalan sendiri-sendiri.

“Selama ini Kepala Puskesmas sendiri, Camat sendiri, Rumah Sakit sendiri, Dinas Kesehatan sendiri. Hari ini kita jadikan satu,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya membentuk satuan tugas (satgas) lintas sektor dengan sistem satu komando. Tak hanya nakes, unsur pendidikan pun dilibatkan dalam gerakan ini.

Baca Juga :  PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus

“Para nakes, penyuluh KB, Kepala Puskesmas, Camat, bahkan pengawas dan kepala sekolah akan terlibat bahu-membahu dalam satgas pencegahan stunting dan AKI-AKB ini,” paparnya.

Dengan pola kerja kolektif dan integrasi anggaran, Gus Fawait optimistis Jember bisa segera keluar dari zona merah kesehatan ibu dan anak. Dia menetapkan target ambisius untuk tahun ini dan beberapa tahun ke depan.

“Saya yakin kalau dikerjakan bersama-sama dan anggarannya dibikin utuh, target kami stunting dan AKI-AKB harus turun drastis di tahun 2026,” tambahnya.

“Target lima tahun ke depan, pada 2029 atau 2030, stunting di Jember harus menjadi salah satu yang terendah di Jawa Timur,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading